Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Zona Rawan Meluas, BPBD Kotim Siaga Hadapi Karhutla dan Krisis Air

M. Akbar • Minggu, 3 Mei 2026 | 20:57 WIB
Penanganan karhutla oleh tim BPBD Kotim beberapa belum lama tadi.(ist/BPBD Kotim)
Penanganan karhutla oleh tim BPBD Kotim beberapa belum lama tadi.(ist/BPBD Kotim)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dipetakan masuk kategori rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim pun memperkuat langkah mitigasi melalui koordinasi lintas sektor dan penanganan berjenjang dari tingkat desa hingga kabupaten.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan pihaknya telah memulai upaya mitigasi di sejumlah wilayah berisiko tinggi, salah satunya Kecamatan Teluk Sampit.

“Kami sudah melakukan pertemuan dengan Kecamatan Teluk Sampit yang merupakan daerah risiko tinggi. Kami berkolaborasi dengan aparat kecamatan, kepala desa, serta perusahaan di wilayah tersebut untuk membangun komitmen penanggulangan karhutla,” ujarnya, Sabtu (2/5).

Selain ancaman karhutla, BPBD juga mengantisipasi potensi kekeringan yang berdampak pada ketersediaan air bersih, terutama di wilayah pesisir seperti Ujung Pandaran. Salah satu langkah yang direncanakan adalah pembangunan sumur artesis.

“Kami juga menyampaikan terkait ancaman kekeringan. Mudah-mudahan dapat ditanggulangi dengan pembuatan sumur artesis. Informasi dari desa, kedalaman sekitar 8 meter sudah bisa menghasilkan air layak konsumsi, namun belum tentu mencukupi saat musim kemarau,” jelasnya.

Namun demikian, BPBD mengaku memiliki kekhawatiran khusus terhadap Kecamatan Pulau Hanaut yang berdasarkan hasil pemetaan memiliki keterbatasan sumber air layak konsumsi.

“Di Pulau Hanaut, dari hasil pemetaan, air bawah tanahnya rata-rata tidak layak konsumsi. Harapannya masyarakat bisa memanfaatkan air dari dalam hutan yang ditampung melalui sekat-sekat,” ungkapnya.

Ke depan, BPBD Kotim akan melanjutkan koordinasi ke kecamatan lain, termasuk Mentaya Hilir Selatan, sembari memetakan kebutuhan pembiayaan dalam penanganan bencana.

“Kami berharap penanggulangan ini dimulai dari desa, naik ke kecamatan, lalu ke kabupaten, sehingga penanganan bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya.

Multazam menambahkan, sejumlah wilayah yang masuk kategori rawan antara lain Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut, Ketapang, Baamang, dan Tualan Hulu.

Dengan kolaborasi lintas sektor serta kesiapsiagaan sejak dini, BPBD Kotim berharap dampak karhutla dan kekeringan dapat diminimalkan sebelum memasuki puncak musim kemarau.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#krisis air #kekeringan #bpbd kotim #karhutla