Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Cegah Kekeringan dan Karhutla, Kotim Perkuat Tiga Lini Pengawasan

M. Akbar • Senin, 27 April 2026 | 16:48 WIB
Ilustrasi (AI)
Ilustrasi (AI)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) memperkuat tiga lini pengawasan untuk mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang berpotensi mengganggu sektor pertanian dan perkebunan.

Kepala DPKP Kotim, Yephi Hartady Periyanto, mengatakan langkah pertama yang menjadi prioritas adalah memastikan lahan pertanian, khususnya sawah, tidak mengalami gagal panen di tengah program swasembada pangan nasional.

“Upaya paling utama kami di lahan pertanian adalah memastikan jangan sampai terjadi gagal panen,” ucapnya, Senin (27/4).

Menurut Yephi, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 triliun untuk mendukung program pertanian di seluruh Indonesia. Untuk Kotim, bantuan awal yang diajukan berupa enam unit pompa irigasi dan empat unit irigasi pipa.

Selain itu, pihaknya kembali mengusulkan tambahan 30 unit pompa air untuk kawasan persawahan dan lima unit pompa irigasi tambahan guna menghadapi ancaman kekeringan.

Langkah kedua adalah mencegah pembakaran lahan oleh masyarakat yang kerap dilakukan untuk membuka atau menyiapkan lahan pertanian maupun perkebunan.

“Peran penting Dinas Pertanian bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) adalah mencegah masyarakat membuka lahan dengan cara dibakar,” tegasnya.

DPKP bersama PPL akan melakukan edukasi dan pengawasan di lapangan agar petani dan pekebun tidak melakukan pembakaran lahan yang berisiko memicu karhutla.

Sementara langkah ketiga, kata Yephi, adalah memperketat pengawasan terhadap perusahaan besar swasta (PBS), khususnya perkebunan kelapa sawit, agar tertib dalam menyampaikan Rencana Kerja Pembukaan atau Pengelolaan Lahan Perkebunan (RKPPLP).

“Kami terus memantau PBS agar tertib menyampaikan RKPPLP, karena itu merupakan kewenangan Dinas Pertanian,” ujar Yephi.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan menggelar apel atau gelar siaga bersama perusahaan besar sawit yang rata-rata telah memiliki satuan tugas penanganan kebakaran lahan.

“Nanti akan kami kolaborasikan dalam upaya pencegahan karhutla dan kekeringan,” tutupnya.

Dengan penguatan tiga lini pengawasan tersebut, Pemkab Kotim berharap ancaman kekeringan dan karhutla dapat diminimalkan, sehingga produksi pertanian tetap terjaga dan aktivitas perkebunan berjalan aman.  (Ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#kekeringan #kotim #karhutla