Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pemkab Kotim Cari Solusi Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM

M. Akbar • Minggu, 19 April 2026 | 19:32 WIB
Pj Sekda Kotim, Umar Kaderi
Pj Sekda Kotim, Umar Kaderi

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Non Subsidi mulai mengancam sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Pemerintah daerah pun bergerak mencari solusi agar aktivitas petani dan nelayan tetap berjalan di tengah tekanan biaya operasional yang meningkat.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim, Umar Kaderi, menegaskan bahwa kenaikan BBM berdampak luas dan tidak hanya dirasakan sektor transportasi, tetapi juga sektor produktif seperti pertanian dan perikanan.

“Kenaikan BBM ini berdampak ke semua sektor, termasuk petani dan nelayan yang sangat bergantung pada BBM untuk operasional,” ujarnya, Minggu (19/4).

Menurutnya, dampak tersebut berpotensi lebih terasa di wilayah selatan Kotim, yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan pertanian.

“Khususnya di wilayah selatan, petani dan nelayan akan sangat terdampak dengan kenaikan ini,” katanya.

Umar menjelaskan, meningkatnya harga BBM akan berdampak pada biaya produksi dan distribusi hasil pertanian maupun perikanan. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini dikhawatirkan dapat menurunkan produktivitas serta memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

Untuk itu, pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna merumuskan langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan sektor tersebut.

“Kami akan mencari solusi bersama OPD agar petani dan nelayan tetap bisa berproduksi dan hasilnya tetap bisa dipasarkan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan BBM, terutama bagi nelayan, agar aktivitas melaut tidak terganggu yang berpotensi memengaruhi pasokan ikan di pasaran.

“Kami tidak berharap nelayan kesulitan mendapatkan BBM hingga tidak bisa melaut, karena ini akan berdampak pada perdagangan ikan di Kotim,” tegasnya.

Umar berharap, melalui langkah antisipatif tersebut, dampak kenaikan BBM terhadap sektor pertanian dan perikanan dapat ditekan, sehingga kedua sektor ini tetap mampu menopang perekonomian masyarakat.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#harga BBM naik #dampak kenaikan harga bbm #perikanan #pertanian #kotim