SAMPIT, radarsampit.jawapos.com — Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Kotawaringin Timur (Kotim) mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang berpotensi memicu kemarau panjang dan penurunan produksi beras dengan memperkuat cadangan pangan serta mengoptimalkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Kepala Perum Bulog KC Kotim, Muhammad Azwar Fuad, mengatakan pihaknya telah menerima peringatan dini dari BMKG dan Bulog pusat terkait potensi gagal panen akibat kemarau panjang. Namun, data rinci produksi beras berada pada kewenangan instansi teknis, seperti Dinas Pertanian.
“Untuk angka produksi beras, kami tidak memegang data pastinya karena itu domain Dinas Pertanian. Namun, kami sudah mendapat peringatan adanya potensi gagal panen akibat kemarau panjang,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Bulog diminta memperkuat cadangan pangan dan memasifkan penyaluran beras melalui program SPHP. Selain itu, bantuan pangan juga disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat jika terjadi kenaikan harga beras.
“Jika terjadi gagal panen, biasanya berdampak pada kenaikan harga beras. Di situ Bulog akan memasifkan penyaluran beras SPHP dan kemungkinan juga ada bantuan pangan gratis,” katanya.
Dari sisi ketersediaan, Bulog memastikan stok pangan di wilayah Kotim masih aman. Saat ini, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog tercatat sekitar 6.900 ton dengan ketahanan stok sekitar sembilan bulan.
Selain beras, Bulog juga memiliki cadangan komoditas lain, yakni minyak goreng sekitar 40 ribu liter dan gula sebanyak 50 ton.
Sementara itu, petani di Kotim mulai melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan. Mereka menyiapkan cadangan air melalui pembangunan embung di lahan pertanian untuk menjaga produktivitas.
Petani juga mulai melakukan diversifikasi tanaman ke komoditas hortikultura yang lebih tahan terhadap kondisi minim air, seperti jagung dan kacang panjang. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko kerugian apabila musim kemarau berlangsung lebih lama. (yn)