SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok pangan di sejumlah pasar, menyusul adanya kenaikan harga beberapa komoditas. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) dan Pasar Keramat Sampit, Jumat (10/4).
Pemantauan dilakukan untuk memastikan pasokan tetap aman serta menjaga stabilitas harga di tengah upaya pengendalian inflasi daerah.
Kegiatan ini melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bulog, Badan Pusat Statistik (BPS), Satgas Pangan, serta instansi terkait lainnya.
Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, mengatakan pemantauan ini bertujuan melihat secara langsung kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran.
“Kegiatan ini untuk memastikan ketersediaan bahan pokok sekaligus memantau harga komoditas, sehingga inflasi daerah tetap bisa dikendalikan,” kata Rafiq.
Ia menjelaskan, dari hasil pemantauan di lapangan, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dan menjadi perhatian pemerintah.
Salah satunya adalah harga plastik yang mengalami kenaikan akibat pasokan yang berasal dari Pulau Jawa serta meningkatnya biaya distribusi dan ekspedisi.
“Untuk plastik, kenaikannya dipengaruhi harga dari agen di daerah asal dan biaya pengiriman, ini yang menjadi tantangan bagi kita,” jelasnya.
Selain itu, harga daging sapi juga mengalami fluktuasi. Menjelang Lebaran, harga daging sempat mencapai Rp180.000 per kilogram dan kini turun menjadi sekitar Rp160.000 per kilogram.
“Kita akan komunikasikan dengan agen agar harga daging tetap terkendali,” terangnya.
Komoditas lain yang turut mengalami kenaikan adalah beras, khususnya jenis siam epang. Namun kenaikan tersebut dinilai masih relatif kecil, dari Rp18.000 menjadi Rp19.000 per kilogram.
Menurut Rafiq, kenaikan ini dipengaruhi faktor musim dan pola panen, mengingat beras siam epang hanya dipanen satu kali dalam setahun.
“Sekarang sebagian petani beralih ke jenis padi lain yang masa panennya lebih cepat, sehingga memengaruhi ketersediaan siam epang di pasaran,” ucapnya.
Sementara itu, beberapa komoditas lain seperti cabai rawit dan bawang merah justru menunjukkan tren stabil bahkan menurun. Harga bawang merah di tingkat pengecer saat ini berada di kisaran Rp45.000 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp48.000.
“Di tingkat agen bahkan sudah di kisaran Rp38.000 sampai Rp40.000, artinya ada tren penurunan,” tambahnya.
Pemerintah daerah berharap melalui pemantauan rutin ini, stabilitas harga bahan pokok dapat terus terjaga, sehingga daya beli masyarakat tetap terpelihara dan inflasi daerah tidak mengalami lonjakan signifikan. (ktr-2/sla)
Editor : Slamet Harmoko