Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Program Cetak Sawah di Kotawaringin Timur Capai 1.339 Hektare

M. Akbar • Kamis, 9 April 2026 | 15:08 WIB
Sekretaris DPKP Kotim, Permata Fitri saat menghadiri kegiatan gerakan tanam padi serentak di lahan cetak sawah rakyat di Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kamis (9/4).  (Akbar/Radar Sampit)
Sekretaris DPKP Kotim, Permata Fitri saat menghadiri kegiatan gerakan tanam padi serentak di lahan cetak sawah rakyat di Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kamis (9/4). (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Program cetak sawah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada 2025 telah terealisasi seluas 1.339 hektare. Lahan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan dan diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi pangan serta luas tambah tanam di daerah.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim, Permata Fitri, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas lahan sawah sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan target cetak sawah di Kotim mencapai 4.261 hektare. Namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap oleh penyedia yang ditunjuk oleh Kementerian Pertanian.

“Target cetak sawah untuk Kabupaten Kotim itu seluas 4.261 hektare. Namun pada 2025 yang sudah direalisasikan oleh penyedia dari Kementerian Pertanian mencapai 1.339 hektare,” kata Fitri usai menghadiri kegiatan gerakan tanam padi serentak di lahan cetak sawah rakyat di Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kamis (9/4).

Lahan cetak sawah tersebut tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Baamang, Teluk Sampit, Pulau Hanaut, serta Mentaya Hilir Selatan.

Selain itu, untuk lahan yang belum tercetak, Kementerian Pertanian juga menerapkan kebijakan lanjutan melalui mekanisme Erpata atau dana tampungan yang berlaku hingga 31 Maret 2026.

Berdasarkan hasil evaluasi, dari target tambahan cetak sawah seluas 1.904 hektare melalui mekanisme tersebut, realisasi yang berhasil dicapai baru sekitar 136,6 hektare.

Fitri menambahkan, pelaksanaan program cetak sawah di Kotim dilakukan secara sinergis dengan berbagai pihak, termasuk Katimker, penyuluh pertanian, serta Balai Riset dan Mekanisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Kalimantan Tengah.

Menurutnya, penyuluh pertanian memiliki peran penting sebagai ujung tombak di lapangan dalam mendampingi petani sekaligus memastikan program berjalan dengan baik.

Ia juga menjelaskan bahwa program cetak sawah tidak hanya difokuskan pada pembangunan konstruksi lahan, tetapi juga disertai dukungan berbagai sarana produksi dari Kementerian Pertanian.

“Petani yang mendapatkan alokasi cetak sawah ini juga difasilitasi dengan agro input seperti benih dan sarana produksi lainnya sehingga mereka bisa langsung melakukan kegiatan tanam,” tambahnya.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap luas tambah tanam di Kotim dapat terus meningkat sekaligus menambah luas baku lahan sawah yang ada di daerah.

“Semoga program cetak sawah ini dapat mendukung peningkatan luas tanam sekaligus menambah luas baku lahan sawah di Kabupaten Kotim,” tutup Fitri.  (ktr-2/sla)

Editor : Slamet Harmoko
#kaltara #sampit #kotim #cetak sawah