Kemarau Belum  Tiba, Kotawaringin Timur Siaga Karhutla 185 Hari

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 14:05 WIB
Kebakaran lahan yang terjadi di Kotim belum lama ini. (BPBD Kotim)
Kebakaran lahan yang terjadi di Kotim belum lama ini. (BPBD Kotim)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bergerak cepat mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan. Meski musim kemarau belum tiba, status siaga resmi ditetapkan selama 185 hari.

Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi lintas sektor bersama sejumlah instansi terkait, Selasa (7/4). Langkah ini menjadi upaya mitigasi dini agar seluruh elemen siap menghadapi potensi bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menjelaskan, status siaga berlaku mulai 8 April hingga 10 Oktober 2026. Penetapan lebih awal dilakukan untuk memberi ruang persiapan yang matang bagi semua pihak.

“Walaupun saat ini masih masa transisi, kita tetapkan status siaga lebih awal selama 185 hari, agar semua pihak punya waktu untuk bersiap,” ujarnya.

Dia menegaskan, status siaga bukan berarti kondisi darurat telah terjadi. Sebaliknya, ini merupakan strategi kesiapsiagaan untuk menekan risiko sejak dini.

Melalui penetapan tersebut, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta segera memetakan kebutuhan, mulai dari kesiapan anggaran hingga langkah mitigasi di wilayah masing-masing.

“Dengan waktu yang cukup panjang ini, kita ingin penanganan lebih terencana, baik dari sisi pencegahan maupun kesiapan di lapangan,” tambahnya.

Multazam juga menyebut, status siaga dapat ditingkatkan menjadi tanggap darurat apabila terjadi eskalasi bencana sesuai parameter yang telah ditetapkan.

“Nanti apabila terjadi kedaruratan sesuai parameter yang kita miliki, kita akan naikkan status menjadi tanggap darurat. Biasanya berlaku tujuh hari atau kelipatannya, tergantung perkembangan di lapangan,” jelasnya.

Melalui langkah antisipatif ini, pemerintah daerah berharap potensi karhutla dan kekeringan di Kotim dapat ditekan sebelum memasuki puncak musim kemarau. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
siaga karhutla sampit kotim kalteng