Setelah Lebaran Persaingan Pencari Kerja di Kotim Makin Ketat, Penyebabnya Karena...

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Sabtu, 4 April 2026 | 18:10 WIB
DEBARKASI: Arus balik penumpang di Pelabuhan Sampit berpotensi menambah jumlah pencari kerja pasca Lebaran di Kotim. Dok. YUNI/RADAR SAMPIT 
DEBARKASI: Arus balik penumpang di Pelabuhan Sampit berpotensi menambah jumlah pencari kerja pasca Lebaran di Kotim. Dok. YUNI/RADAR SAMPIT 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Momentum pasca Lebaran diperkirakan akan memicu peningkatan jumlah pencari kerja di Kabupaten kotawaringin Timur (Kotim).

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kotim mencatat tren tersebut sebagai pola tahunan yang terus berulang.

Kepala Disnakertrans Kotim Rusnah melalui Sekretaris Disnakertrans Dedi Purwanto, mengungkapkan, dari 2025 hingga Maret 2026 jumlah pencari kerja yang terdata mencapai 460 orang, dengan 28 orang tercatat pada bulan Maret.

Angka tersebut diyakin masih akan bertambah seiring mobilitas masyarakat setelah Lebaran. “Biasanya setelah Lebaran jumlah pencari kerja meningkat. Kami yakin tahun ini juga akan mengalami kenaikan,” ujar Dedi.

Ia menjelaskan, saat ini total tenaga kerja yang telah terdaftar di Kotim mencapai lebih dari 61.057 orang, dengan dominasi terbesar berada di sektor perkebunan.

Sementara itu, pencari kerja yang mendaftar melalui Disnakertrans didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dinilai siap langsung masuk dunia kerja.

Selain tenaga kerja lokal, pencari kerja dari luar daerah juga cukup mendominasi, terutama yang berasal dari Pulau Jawa. Hal ini tidak terlepas dari akses transportasi yang terhubung langsung dengan kota-jota besar seperti Semarang dan Surabaya.

“Banyak pencari kerja dari Jawa yang datang ke Kotim karena akses penyeberangan kita memang dari sana,” jelasnya.

Dedi menambahkan, dinamika tenaga kerja pasca Lebaran cenderung berimbang. Sebagian pekerja memilih kembali ke daerah asal, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun karena alasan pribadi. Namun di sisi lain, terdapat pula pendatang baru yang masuk untuk mencari pekerjaan.

“Ada yang sudah beberapa tahun bekerja di sini lalu pulang, ada juga yang merasa cukup dan memilih mencari peluang di daerah lain. Tapi ada juga yang baru datang untuk mencari kerja,” katanya.

Ia juga mengakui, tidak semua pencari kerja melalui Disnakertrans. Sebagian di antaranya melamar langsung ke perusahaan tanpa melapor ke dinas, sehingga data yang tercatat belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan.

“Kadang laporan itu baru masuk ketika ada permasalahan. Padahal, idealnya setiap tenaga kerja yang diterima perusahaan tetap dilaporkan,” tegasnya.

Untuk itu, pasca-Lebaran pihaknya akan kembali mengirimkan surat kepada perusahaan-perusahaan agar aktif melaporkan data tenaga kerja. Langkah ini dilakukan guna memastikan pendataan yang lebih akurat serta mendukung pengawasan ketenagakerjqan di wilayah Kotim. (yn/sla)

Editor : Slamet Harmoko
pencari kerja lebaran sampit persaingan kotim