PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyiagakan 87 Rumah Oksigen di seluruh Puskesmas Pembantu (Pustu) untuk membantu warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinkes Kobar Hardino mengatakan, seluruh fasilitas tersebut telah disiapkan dengan tabung oksigen medis dan ruangan khusus untuk membantu pemulihan pernapasan warga terdampak.
“Rumah oksigen itu disiagakan di seluruh Puskesmas Pembantu yang ada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat. Jumlah totalnya ada 87 Pustu,” ujarnya.
Menurut Hardino, penempatan Rumah Oksigen di Pustu bertujuan memudahkan masyarakat desa dan kelurahan mendapatkan pertolongan awal tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan warga yang mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan akibat paparan asap.
“Kalau kita memasang, misalnya, di bundaran atau pusat kota saja, itu tentu terlalu jauh dari jangkauan masyarakat desa. Maka, lebih efektif disiagakan di Pustu karena keberadaannya menjangkau tiap desa dan kelurahan,” jelasnya.
Hardino mengimbau warga yang mengalami penurunan kondisi kesehatan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke puskesmas induk atau rumah sakit.
Selain menyiagakan Rumah Oksigen, Dinkes Kobar mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kesehatan untuk menyisir wilayah terdampak karhutla dan memberikan pertolongan medis darurat kepada warga di permukiman.
Pemkab Kobar juga menyediakan sejumlah nomor layanan kesehatan darurat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan akibat karhutla. Warga dapat menghubungi Posko Induk BPBD di nomor 0853-4834-1763, Rumah Oksigen PMI Kobar di nomor 0858-2248-7276, atau RSUD Sultan Imanuddin di nomor 0812-5095-616.
Masyarakat juga dapat menghubungi puskesmas terdekat di wilayah masing-masing untuk mendapatkan bantuan kesehatan. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno