Enam Orangutan Diselamatkan dari Karhutla di Kobar

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 11:19 WIB
Wildlife Rescue Unit (WRU), SKW II BKSDA Kalteng, mengevakuasi orangutan di Desa Kadipi, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu 23 September 2026. (Foto: BKSDA Kalteng)
Wildlife Rescue Unit (WRU), SKW II BKSDA Kalteng, mengevakuasi orangutan di Desa Kadipi, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu 23 September 2026. (Foto: BKSDA Kalteng) 

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Sebanyak enam individu orangutan diselamatkan oleh tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun Handi Nasoka  mengatakan enam orangutan tersebut merupakan satwa yang diselamatkan dari dampak karhutla di wilayah Kobar.

“Sampai saat ini, untuk wilayah Kobar, ada enam individu yang kami selamatkan akibat dampak karhutla,” ujarnya.

Menurut Handi, penyelamatan tersebut menggambarkan dampak kebakaran terhadap satwa liar, khususnya orangutan yang bergantung pada hutan sebagai habitatnya. Kebakaran berpotensi merusak vegetasi yang menjadi sumber pakan dan tempat berlindung, sekaligus mengganggu ruang hidup satwa.

Penanganan terhadap orangutan yang diselamatkan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Pemeriksaan dan pemantauan diperlukan untuk menentukan kebutuhan perawatan serta langkah penanganan selanjutnya.

Selain penyelamatan satwa, Handi menegaskan pentingnya perlindungan habitat dan pencegahan kebakaran agar kerusakan kawasan hutan tidak semakin meluas. Pengawasan di kawasan rawan kebakaran juga diperlukan untuk mengurangi risiko kejadian serupa, mengingat pemulihan habitat membutuhkan waktu.

Sementara itu, dampak karhutla terhadap habitat orangutan juga dirasakan warga di sekitar kawasan terdampak. Nuri, seorang pekebun di Kilometer 16, Jalan Kotawaringin Lama, mengaku menemukan sarang orangutan baru di salah satu dahan pohon yang hangus terbakar.

“Saya kaget, ada satu pohon di depan pondok saya. Di salah satu dahannya yang hangus bekas terbakar, muncul sarang orangutan. Padahal, beberapa hari lalu tidak ada,” ungkapnya.

Menurut informasi yang dihimpun, pohon yang ditemukan memiliki sarang tersebut masih menyisakan dedaunan rimbun, meski sebagian daunnya menguning akibat paparan panas kebakaran. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
Orangutan kotawaringin barat