PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Enam personel gabungan dan relawan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) harus menjalani perawatan di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Mereka mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar asap dan kelelahan saat melakukan pemadaman.
Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr. Fachruddin, membenarkan pihaknya tengah menangani enam personel satgas karhutla. Menurutnya, para petugas tersebut dirawat setelah kondisi kesehatannya menurun saat bertugas di lapangan.
"Benar, sampai sekarang ada sekitar enam orang satgas yang dirawat di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun," kata Fachruddin.
Sebelum mendapat perawatan, para petugas dan relawan berjibaku memadamkan api di tengah kondisi lapangan yang berat. Mereka menghadapi paparan panas dan asap tebal serta aktivitas fisik dalam waktu lama.
Kondisi tersebut berdampak pada kesehatan personel. Pemeriksaan medis awal menunjukkan adanya gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan dan pemantauan lebih lanjut.
Sementara itu, penanganan karhutla di Kobar masih berlangsung seiring munculnya titik-titik api baru. Ratusan personel gabungan terus dikerahkan untuk memadamkan dan mengendalikan api agar tidak mendekati permukiman warga.
Kondisi di lapangan juga diperparah kabut asap yang mengurangi jarak pandang dan menurunkan kualitas udara di sekitar lokasi pemadaman. Paparan asap menjadi salah satu risiko yang harus dihadapi petugas selama menjalankan tugas.
Fachruddin mengatakan, tim medis RSUD Sultan Imanuddin masih memantau kondisi enam personel yang menjalani rawat inap.
"Hingga saat ini, tim medis RSUD Sultan Imanuddin masih terus memantau perkembangan kondisi seluruh korban yang dirawat inap," pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno