Empat Ular Masuk Permukiman Warga

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 10:31 WIB
Animal rescue Damkar Kobar saat berhasil evakuasi pasangan ular sanca di Padat Karya, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, Selasa 6 Oktober 2026.  (Foto: Damkar Kobar)
Animal rescue Damkar Kobar saat berhasil evakuasi pasangan ular sanca di Padat Karya, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, Selasa 6 Oktober 2026.  (Foto: Damkar Kobar)

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Empat ekor ular masuk ke permukiman warga di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Selasa (6/10). Keempatnya terdiri atas dua ekor ular sanca dan dua ekor kobra Jawa.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kobar Dwi Agus Suhartono mengatakan, kemunculan dua ekor ular dalam satu lokasi diduga berkaitan dengan musim kawin. Namun, perubahan cuaca dan pencarian sumber makanan juga menjadi faktor yang dipertimbangkan.

“Kalau ditemukan dua ekor sekaligus di satu tempat seperti ini, ada kemungkinan memang sedang mencari pasangan. Namun, untuk kepastiannya tentu harus melihat kondisi riil di lapangan,” ujar Dwi.

Peristiwa pertama terjadi di Jalan Padat Karya, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan. Petugas menerima laporan warga pada pukul 02.35 WIB mengenai dua ekor sanca yang masuk ke kandang ayam.

Regu I Damkar Kobar kemudian bergerak ke lokasi dan tiba tujuh menit setelah menerima laporan. Kedua ular berhasil dievakuasi menggunakan alat khusus penangkap ular tanpa kendala berarti.

Pada sore harinya, petugas kembali menerima laporan dari Desa Margamulya, Kecamatan Pangkalan Banteng. Dua ekor kobra Jawa ditemukan di dalam sumur tua milik warga dengan kedalaman sekitar 5–6 meter.

Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit karena kondisi lokasi yang sempit dan dalam. Kedua ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Dwi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengambil tindakan sendiri jika menemukan satwa berbahaya. Warga diminta segera menghubungi petugas Damkar untuk penanganan.

“Bagi warga yang menemukan ular, terutama jenis berbisa atau di lokasi sulit, jangan dipaksakan menangkap sendiri. Segera hubungi petugas Damkar. Kami siap melayani penanganan nonkebakaran 24 jam,” pungkasnya. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
kotawaringin barat ular