KTH Meniti Fajar Jangkau Titip Api melalui Jalur Sungai

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 18:50 WIB
Anggota KTH Meniti Fajar melalui jalur sungai untuk menjangkau titik api di kilometer 11, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin 5 Oktober 2026.
Anggota KTH Meniti Fajar melalui jalur sungai untuk menjangkau titik api di kilometer 11, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin 5 Oktober 2026.

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kilometer 11, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), semakin meluas, Senin (5/10).

Karhutla yang mengancam perkebunan masyarakat tersebut tidak dapat dijangkau melalui jalur darat. Puluhan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Meniti Fajar pun terpaksa menempuh jalur sungai untuk mencapai titik api.

Sebanyak tiga perahu dan tiga mesin air lengkap dengan konektor serta selang pemadam dikerahkan. Meskipun memiliki risiko terhadap keselamatan, langkah tersebut dinilai sebagai cara paling memungkinkan untuk mendekati dan memadamkan api.

Di darat, puluhan anggota KTH juga bersiaga untuk menghalau api yang merambat ke arah perkebunan dan permukiman.

Ketua KTH Meniti Fajar Sarwani mengatakan, pihaknya mencari cara untuk mendekati titik api demi melindungi vegetasi dan hutan di kawasan tersebut.

"Kita tadi sudah mitigasi, mencari celah mencapai titik api. Satu-satunya cara adalah melalui jalur sungai," tegasnya.

Menurut Sarwani, fokus anggota saat ini memadamkan api di titik tersebut karena banyak vegetasi yang mengering dan mudah terbakar. Upaya itu dilakukan untuk menghentikan karhutla yang telah berlangsung selama sepekan.

Selain akses darat, keterbatasan sumber air juga menjadi kendala dalam penanganan karhutla. Embung darurat yang dibuat menggunakan alat berat tidak menghasilkan air.

"Sumber air sangat sulit. Kalau lewat sungai, air melimpah dan jarak antara sungai dengan titik api hanya 200–300 meter. Jadi bisa dijangkau dengan enam rol selang," bebernya.

Sarwani berharap kerja keras anggota KTH bersama masyarakat dapat memadamkan api dan meminimalkan dampak karhutla yang lebih besar.

"Kita utamakan keselamatan. Meskipun risiko besar melalui sungai, semoga api dapat kita padamkan," pungkasnya. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
kotawaringin barat karhutla