Dua Orangutan Dievakuasi dari Kebun Kakao  

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 19:35 WIB
Dua individu orangutan bernama Meniti dan Fajar diselamatkan dari area perkebunan kakao di kilometer 24, KTH Meniti Fajar, Kelurahan Raja Seberang, Selasa 29 September 2026. (Koko/Radar Sampit)
Dua individu orangutan bernama Meniti dan Fajar diselamatkan dari area perkebunan kakao di kilometer 24, KTH Meniti Fajar, Kelurahan Raja Seberang, Selasa 29 September 2026. (Koko/Radar Sampit) 

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Dua individu orangutan, induk dan anak, berhasil dievakuasi tim Wildlife Rescue Unit (WRU) SKW II Pangkalan Bun, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, dari kawasan kebun kakao Kilometer 24, Selasa (29/9).

Evakuasi berlangsung di area Wanawiyata Widya Karya, Kelompok Tani Hutan (KTH) Meniti Fajar, di lintasan Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama. Kedua orangutan tersebut ditemukan berada di puncak pohon kering bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tim BKSDA Kalteng dalam evakuasi tersebut berkolaborasi dengan Orangutan Foundation International (OFI) dan didampingi Ketua KTH Meniti Fajar, Sarwani.

Induk orang utan yang kemudian diberi nama Meniti diperkirakan berusia 25 tahun, sedangkan anaknya, Fajar, berusia sekitar 8 tahun. Keduanya berada di pohon merana setinggi sekitar 25 meter sehingga proses evakuasi harus dilakukan secara hati-hati.

Untuk melokalisasi pergerakan kedua satwa agar tidak berpindah ke pepohonan di sekitar lokasi, tim rescue menyiagakan ekskavator untuk merobohkan beberapa pohon kering di sekeliling lokasi.

Karena posisi satwa berada di ketinggian yang membahayakan, petugas medis melakukan pembiusan. Setelah kedua orang utan berhasil dilumpuhkan, tim mengamankannya menggunakan jaring yang telah disiapkan WRU.

Dugaan sementara, induk dan anak orangutan tersebut masuk ke kawasan perkebunan kakao karena kekurangan pakan. Habitat hutan di sekitar lokasi diketahui terbakar dalam peristiwa karhutla sekitar sepekan sebelumnya sehingga sumber pakan alami mereka musnah.

Setelah dievakuasi, tim medis SKW II Pangkalan Bun melakukan pemeriksaan kondisi fisik dan penimbangan berat badan. Kedua orangutan kemudian ditempatkan dalam satu kandang angkut untuk menjalani perawatan intensif di BKSDA.

Selanjutnya, kedua satwa tersebut direncanakan dilepasliarkan ke Suaka Margasatwa (SM) Lamandau.

Ketua KTH Meniti Fajar, Sarwani, mengatakan sebelum evakuasi terdeteksi tiga individu orangutan yang kerap berkeliaran di kawasan perkebunan warga. Namun, satu individu yang diduga berjenis kelamin jantan telah lebih dulu menghilang.

Sementara itu, Kepala SKW II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng Handi Nasoka mengatakan pihaknya telah beberapa kali menerima laporan mengenai keberadaan orangutan di lokasi tersebut.

“Siang ini tim langsung meluncur ke lokasi Raja Seberang usai mendapat laporan terbaru. Alhamdulillah, hari ini tim WRU berhasil melakukan rescue dengan selamat,” kata Handi. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
Orangutan kotawaringin barat karhutla