PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendorong pelestarian berbagai budaya dan ritual adat yang masih hidup di tengah masyarakat. Kekayaan budaya tersebut dinilai sebagai bagian dari identitas daerah yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kobar Muhammad Toha saat mengikuti ritual adat memandikan Meriam Beranak, salah satu benda bersejarah peninggalan Kesultanan Kotawaringin di Astana Al Nursari, Kecamatan Kotawaringin Lama.
Menurut Toha, ritual tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian masyarakat dalam mempertahankan tradisi dan sejarah daerah. Ia mengatakan, masyarakat Kobar patut bangga karena memiliki beragam kekayaan budaya dan ritual adat.
Salah satunya tradisi memandikan Meriam Beranak yang dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar dan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan rahmat berupa hujan serta dijauhkan dari bala.
“Ini sebagai bagian ikhtiar dalam memohon agar hujan dapat diturunkan di wilayah Kobar karena kondisi karhutla sudah sangat membuat masyarakat sesak. Alhamdulillah, doa dari seluruh masyarakat, hujan sempat turun cukup deras di wilayah Kolam,” kata Toha.
Politisi Partai Gerindra itu berharap pelestarian ritual adat di Kobar mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan ruang bagi para pelaku budaya dan masyarakat adat untuk terus menjalankan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
“Kami yakin ke depan dengan digelarnya doa dan melakukan ritual adat, apa yang diharapkan seluruh masyarakat terwujud dan diijabah oleh Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Ia berharap doa dan ikhtiar bersama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap budaya sekaligus membantu masyarakat menghadapi bencana karhutla yang masih terjadi. (sam/yit)
Editor : Heru Prayitno