Balapan Liar hingga Dini Hari Bikin Warga Pangkalan Bun Geram

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 12:40 WIB
Suasana Jalan Ahmad Yani, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), yang sering digunakan balap liar pada dini hari. (ist)
Suasana Jalan Ahmad Yani, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), yang sering digunakan balap liar pada dini hari. (ist)

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Aksi balapan liar masih terjadi di Jalan Ahmad Yani, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), meski kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut. Aktivitas yang didominasi remaja itu berlangsung hingga dini hari dan mengganggu warga sekitar.

Balapan liar biasanya berlangsung pada malam Minggu saat arus lalu lintas di jalan lintas provinsi tersebut mulai lengang. Para remaja berkumpul secara berkelompok sebelum memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Warga Kelurahan Baru, Yudi, mengatakan aksi tersebut sudah menjadi rutinitas para remaja setiap malam Minggu. Selain membahayakan pengguna jalan, suara knalpot kendaraan juga mengganggu kenyamanan warga.

"Suara knalpot mereka sangat nyaring, membuat warga terganggu. Balapan liar hingga dini hari masih berlangsung," ujar Yudi, Minggu (27/9).

Menurutnya, balapan liar biasanya berlangsung sejak sekitar pukul 22.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB. Dia menilai minimnya pengawasan dari kepolisian membuat aktivitas tersebut terus berulang.

Warga mengaku sudah tidak mampu berbuat banyak untuk menghentikan aksi tersebut. Beberapa kali kegiatan gabungan yang melibatkan kepolisian dan warga di sejumlah RT dinilai belum memberikan dampak signifikan.

"Sudah tidak mempan. Jadi, meski terganggu, kami biarkan saja. Kalau sudah jatuh dan meregang nyawa baru tahu rasa," keluhnya.

Warga lainnya, Indra, mengaku resah dengan aktivitas para remaja tersebut. Menurutnya, mereka datang secara berkelompok, berkumpul di titik tertentu, kemudian turun ke jalan untuk kebut-kebutan.

"Saya enggak ngerti dari mana mereka ini. Mereka datang berkelompok, berkumpul di titik tertentu, kemudian turun ke jalan kebut-kebutan. Kalau orang Pangkalan Bun bilang, kada tepadahi (tidak bisa dikasih tahu)," pungkasnya. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
kotawaringin barat balap liar