PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Upaya mendeteksi tuberkulosis (TBC) sejak dini terus diperkuat di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar bersama Puskesmas Teluk Bogam melakukan tracing TBC terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan menyasar 100 warga di Desa Keraya.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Keraya tersebut menyasar kontak erat pasien TBC maupun kelompok masyarakat yang memiliki risiko terpapar penyakit tersebut.
Tracing dilakukan untuk memperkuat deteksi dini sekaligus mempercepat penanganan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Melalui integrasi dengan Program CKG, warga tidak hanya mendapatkan pemeriksaan terkait TBC, tetapi juga akses pemeriksaan kesehatan secara lebih menyeluruh.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sekaligus mendorong penemuan kasus TBC lebih cepat.
Kepala Puskesmas Teluk Bogam Ade Feryansyah mengatakan, kegiatan tracing menjadi bagian penting dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.
“Kami mengajak masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC maupun yang termasuk kelompok berisiko untuk memanfaatkan kegiatan ini dan tidak ragu melakukan pemeriksaan. Dengan deteksi lebih awal, masyarakat yang membutuhkan penanganan dapat segera mendapatkan pelayanan yang tepat,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan bersama antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, keluarga, dan masyarakat. Karena itu, Puskesmas Teluk Bogam terus mendorong masyarakat agar lebih terbuka terhadap pemeriksaan TBC serta tidak memberikan stigma kepada pasien.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa TBC dapat ditangani dan diobati. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat pula dilakukan penanganan dan upaya pencegahan penularannya,” tambahnya.
Dinkes Kobar terus mendorong penguatan penemuan kasus TBC melalui keterlibatan puskesmas dan jejaring kesehatan di wilayah. Integrasi tracing TBC dengan CKG menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan.
“Melalui kegiatan Tracing TBC Terintegrasi Program CKG, kami harapkan penemuan kasus TBC dapat dilakukan lebih dini sehingga penanganan dan upaya pencegahan penularan di masyarakat dapat terus diperkuat,” pungkasnya. (tyo)
Editor : Slamet Harmoko