PANGKALAN BUN ,radarsampit.jawapos.com-Kemarau panjang El Nino berdampak pada kondisi air Sungai Arut yang semula tawar menjadi asin. Masuknya air laut menjadikan, warna air sungai menjadi hijau.
Burung Camar dan burung Pelikan yang selama ini hanya bisa di lihat di laut, sudah terlihat wira wiri di daerah aliran sungai. Berubahnya warna air sungai membuat pembudidaya cemas akan keberlangsungan ikan budidaya keramba apung.
Warga Kelurahan Raja, Iwan mengatakan, air sungai berubah hijau sudah terjadi sejak dua pekan terakhir, namun belakangan ini semakin hijau. Bahkan warga yang mandi di sungai juga mengeluhkan sabun yang mereka pakai nyaris tidak mengeluarkan busa lagi.
"Kalau dua Minggu lalu hijaunya tidak begitu kelihatan, sekarang di lihat dari atas jembatan saja sudah hijau, sepertinya dampak air laut masuk, sekarang bukan payau lagi tapi memang sudah asin," ujarnya, Jumat 25 September 2026.
Sementara itu, pembudidaya ikan keramba apung, Wandi mengaku khawatir dengan perubahan air sungai yang semula coklat menjadi hijau, ia memprediksi jika hujan turun maka akan berdampak pada kelangsungan hidup ikan budidaya mereka.
Ia menggambarkan kejadian beberapa tahun silam, ketika perubahan iklim dari kemarau ke musim penghujan yang ditandai menghijaunya air sungai, ikan - Ikan dalam keramba mereka mati.
"Kalau kerugian sudah luar biasa jika itu terjadi, semoga saja ikan kami masih bertahan," harapnya.
Menurutnya, sementara ini mereka terus memantau perkembangan air sungai, jika dirasa tidak memungkinkan mereka akan memanen dini ikan mereka untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
"Kita terus pantau, kalau kondisinya semakin mengkhawatirkan kita panen dahulu Ikam budidaya, saat ini kami juga tahan untuk menebar benih, karena air sudah asin di Das Lamandau dan Das Arut," pungkasnya (tyo/gus)