Puluhan Rumah di Dusun Tatas Terancam Api Karhutla

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 08:17 WIB
Karhutla mengancam permukiman warga RT 26, Dusun Tatas, Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, Rabu 22 September 2026, dinihari. (ist)
Karhutla mengancam permukiman warga RT 26, Dusun Tatas, Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, Rabu 22 September 2026, dinihari. (ist)

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam sekitar 30 rumah warga di RT 26, Dusun Tatas, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu (23/9). Jarak kobaran api dengan sejumlah rumah bahkan hanya sekitar satu meter.

Api membakar lahan kosong di seberang Pondok Pesantren (Ponpes) Dar Raudah. Kobaran api kemudian merembet ke arah permukiman warga akibat tiupan angin kencang dan kondisi vegetasi yang kering.

Ketua RT 26 Dusun Tatas, Gibran Pradana, mengatakan api pertama kali muncul dari lahan kosong di antara Gang Bengkirai Muda 1 dan Gang Keruing. Api dengan cepat meluas ke arah permukiman dan mengancam Ponpes Dar Raudah.

"Api awal muncul dari lahan kosong di antara Bengkirai Muda 1 dan Gang Keruing. Kencangnya hembusan angin dan besarnya api yang membakar hutan membuat api cepat meluas hingga permukiman warga dan mengancam Ponpes Dar Raudah," katanya, Rabu (23/9).

Menurut Gibran, sekitar 30 rumah warga berada dalam kondisi terancam. Warga yang rumahnya berada paling dekat dengan titik api panik dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan barang berharga, perabotan, serta dokumen penting ke tempat yang lebih aman.

Hingga saat ini, tim Satgas Karhutla gabungan bersama petugas pemadam kebakaran masih melakukan penanganan di lokasi. Petugas memprioritaskan penyekatan basah dan pelokalisasian api untuk mencegah kebakaran menjalar lebih jauh ke permukiman.

"Petugas memprioritaskan penyekatan basah dan melokalisasi area guna mencegah api menjalar lebih jauh serta membakar puluhan rumah yang berada tepat di garis depan ancaman karhutla tersebut," pungkasnya. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
kotawaringin barat karhutla