Kendaraan Mengular di Jalan Kotawaringin Lama akibat Asap

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 18:18 WIB
Pengendara roda dua nekat melintas kepulan asap yang memenuhi badan Jalan Ahmad Shaleh, Kilometer 14, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar Senin 14 September 2026. (Koko/Radar Sampit)
Pengendara roda dua nekat melintas kepulan asap yang memenuhi badan Jalan Ahmad Shaleh, Kilometer 14, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar Senin 14 September 2026. (Koko/Radar Sampit) 

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kilometer 14 Jalan Ahmad Shaleh, ruas Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama, semakin tidak terkendali, Senin (14/9). Asap tebal menutup badan jalan hingga menyebabkan jarak pandang terganggu dan kendaraan dari dua arah terpaksa dihentikan.

Api membakar semak belukar yang mengering di tepi jalan, baik dari arah Kotawaringin Lama maupun Pangkalan Bun. Asap yang terbawa angin kencang memenuhi badan jalan sepanjang lebih dari 500 meter sehingga membahayakan pengguna jalan.

Kondisi tersebut tidak hanya membuat kendaraan roda dua dan roda empat berhenti. Dua mobil tangki Pertamina yang membawa muatan penuh juga harus menjauh dari gumpalan asap karena dinilai sangat berbahaya untuk melintas.

Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) Mendawai Seberang harus membagi konsentrasi antara memadamkan api dan menghalau kendaraan yang nekat melintas.

Personel Dishub bahkan memasang rambu kerucut (rubber cone) berwarna oranye di tengah jalan sebagai penanda bagi kendaraan yang terlanjur melintas.

Anggota MPA Mendawai Seberang, Sazlihadi, mengatakan kendaraan dari kedua arah terpaksa dihentikan karena kepulan asap tebal memenuhi badan jalan hingga lebih dari 500 meter.

“Jangan melintas dulu, berbahaya. Api di kiri dan kanan besar, asap juga tebal. Sabar dulu,” ujarnya saat menghalau kendaraan yang hendak melintas.

Menurutnya, hawa panas dan asap pekat sangat berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan jika diterobos. Bahkan, kendaraan dari arah berlawanan tidak terlihat meski lampu kendaraan telah dinyalakan.

“Tunggu asapnya menipis baru lewat. Kendaraan dari lawan arah tidak kelihatan meski sudah menghidupkan lampu,” imbuhnya.

Warga Pangkalan Bun, Tina, mengaku sempat ketakutan ketika terjebak dalam kepulan asap tebal. Ia mengaku tidak dapat melihat jalan sama sekali. Bahkan, kendaraan dari arah berlawanan sempat keluar hingga ke jalur di sebelahnya.

“Masker saya tipis, sempat gelagapan kena asap. Berhenti salah, terus napas sudah sesak. Jadi nekat sampai ketemu hawa segar,” pungkasnya. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
asap kotawaringin barat karhutla