Karhutla Kilometer 21 Jalan Kotawaringin Lama Jadi Perhatian Serius

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 17:47 WIB
Kobaran api memerah di kilometer 21, Jalan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum lama ini.
Kobaran api memerah di kilometer 21, Jalan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum lama ini.

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kilometer 21 Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Bupati Kobar Hj. Nurhidayah bersama Wakil Bupati Suyanto memantau langsung penanganan kebakaran di lokasi tersebut.

Nurhidayah yang juga Komandan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kobar memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal. Karhutla di kawasan tersebut menjadi perhatian karena berpotensi mengancam jaringan listrik di sepanjang Jalan Kotawaringin Lama.

Dalam peninjauan itu, Bupati melihat langsung kondisi terkini dan proses pemadaman yang dilakukan personel gabungan Satgas Karhutla. Petugas terus berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke area yang lebih luas.

Kilometer 21 menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian intensif karena berada di kawasan dengan vegetasi yang rentan membuat api cepat menjalar. Selain itu, jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Pangkalan Bun dengan Kotawaringin Lama.

Nurhidayah menekankan pentingnya konsolidasi dan koordinasi seluruh unsur Satgas dalam menangani karhutla. Menurutnya, penanggulangan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab personel pemadam di lapangan, tetapi membutuhkan dukungan hingga tingkat terbawah.

“Penanggulangan karhutla tidak boleh hanya dibebankan kepada personel pemadam di lapangan, melainkan membutuhkan sokongan solid hingga lini terbawah,” harapnya.

Ia meminta aparatur kewilayahan meningkatkan kesiapsiagaan dan pengawasan di wilayah masing-masing. Setiap informasi mengenai kemunculan titik panas (hotspot) maupun potensi kebakaran harus segera direspons untuk mencegah api meluas.

“Koordinasi dan pemantauan harus terus diperkuat. Camat, lurah, dan kepala desa harus mengetahui kondisi di wilayahnya masing-masing, sehingga apabila ada indikasi kebakaran dapat segera dilaporkan dan ditangani,” tegasnya.

Bupati juga mengimbau masyarakat ikut menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, penguatan koordinasi hingga tingkat kecamatan dan desa/kelurahan diperlukan untuk mempercepat deteksi dan penanganan karhutla.

“Penguatan koordinasi hingga tingkat kecamatan dan desa/kelurahan diharapkan dapat mempercepat deteksi sekaligus penanganan karhutla, sehingga api dapat dikendalikan sedini mungkin dan tidak meluas ke kawasan lainnya,” pungkasnya. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
kotawaringin barat karhutla