Hujan Mengguyur Kumai  dan Pangkalan Banteng

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 20:35 WIB
Pengendara sepeda motor menggunakan mantel menerobos derasnya hujan. (Dokoes /Radar Sampit)
Pengendara sepeda motor menggunakan mantel menerobos derasnya hujan. (Dokoes /Radar Sampit)

  

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kecamatan Kumai dan Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (8/9). Hujan yang turun setelah berbulan-bulan kemarau itu disambut sukacita masyarakat.

Meski belum merata, hujan tersebut diharapkan membantu mengurangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah.

Salah satu wilayah yang diguyur hujan deras adalah Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai. Warga setempat menyambut hujan dengan penuh syukur setelah berminggu-minggu menghirup udara yang tidak sehat. "Alhamdulillah, Sungai Kapitan hujan," ujar Soleha, warga setempat.

Hujan juga mengguyur Desa Pangkalan Dewa. Warga berharap curah hujan tersebut mampu memadamkan sisa titik api dan mengurangi kabut asap di permukiman.

"Di sini hujan. Semoga asapnya hilang dan karhutla berkurang," kata Rokim, warga Pangkalan Dewa.

Bupati Kobar Hj. Nurhidayah membenarkan sejumlah wilayah telah diguyur hujan. Dia berharap hujan berlanjut dan merata, terutama di wilayah yang rawan karhutla.

"Sejumlah wilayah sudah diguyur hujan. Semoga bisa membantu mengurangi karhutla dan menekan kepulan asap," ungkap Nurhidayah.

Meski menjadi angin segar bagi masyarakat, warga dan petugas tetap diminta waspada. Lahan gambut yang telanjur kering membutuhkan intensitas hujan tinggi agar basah hingga ke dalam. Pemantauan titik panas (hotspot) juga tetap dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran susulan.

"Hujan yang turun juga diharapkan mampu membantu menekan pekatnya kabut asap yang berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat," pungkasnya. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
asap kotawaringin barat hujan