PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Ahmad Shaleh, ruas Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Hingga kini, kepala api telah bergerak menuju Kilometer 19, Kecamatan Kotawaringin Lama.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kotawaringin Barat (Kobar) Andhan Santana mengatakan, upaya Satgas Karhutla untuk menahan laju api belum berhasil sepenuhnya. Api yang sebelumnya berada di Kilometer 18 kini telah bergerak menuju Kilometer 19.
“Sudah jebol, sekarang kepala api menuju Kilometer 19, tetapi Satgas Karhutla terus berupaya menahan laju api,” tegasnya.
Kondisi tersebut diperparah minimnya sumber air, medan yang sulit dijangkau, serta luasnya area yang terbakar. Personel gabungan terus melakukan pemadaman dan penanganan di lokasi tersebut setiap hari.
Karhutla itu bermula di Kilometer 13, Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan. Api kemudian meluas hingga mendekati Kilometer 19 di wilayah Kecamatan Kotawaringin Lama.
Jalan Kolam menjadi salah satu fokus penanganan Satgas Karhutla. Personel gabungan yang dikerahkan meliputi BPBD, Brigif, ASN Kobar, Kodim, MPA Mendawai Seberang, MPA Raja Seberang, Polres, Brimob, Polair, TNI AU, KPHP, Manggala Agni, serta tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kobar.
Sementara itu, warga di Kilometer 19, terutama pemilik kebun kelapa sawit, terus berjaga untuk mengantisipasi api yang mengancam lahan dan sumber mata pencaharian mereka.
“Sekarang api sudah masuk Kilometer 19 dan kami jujur sangat khawatir. Api mengancam sumber mata pencaharian kami. Ini kebun kami satu-satunya. Kami siaga dengan mesin robin untuk mendinginkan sekitar kebun,” pungkas Umis. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno