Asap Bikin Nam Air Gagal Mendarat di Pangkalan Bun

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 11:34 WIB
Pesawat Nam Air saat parkir di Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun, beberapa waktu lalu. (Heru/Radar Sampit) 
Pesawat Nam Air saat parkir di Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun, beberapa waktu lalu. (Heru/Radar Sampit) 

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu (2/8/2026) pagi.

Pesawat Nam Air rute Jakarta–Pangkalan Bun gagal mendarat di Bandara Iskandar karena jarak pandang (visibility) turun di bawah batas aman penerbangan. Pilot kemudian mengalihkan penerbangan (divert) ke Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang.

Petugas Bandara Iskandar, Febri, membenarkan pengalihan penerbangan tersebut. Menurut dia, gangguan terjadi pada penerbangan pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

“Benar, maskapai Nam Air rute Jakarta–Pangkalan Bun tidak memungkinkan untuk landing akibat keterbatasan jarak pandang. Pesawat akhirnya langsung divert menuju Semarang,” ujar Febri.

Dia menambahkan, hingga Selasa siang, baru penerbangan Nam Air yang mengalami kendala akibat kabut asap pekat. Pihak bandara terus memantau ketebalan asap secara berkala bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Jika titik panas (hotspot) karhutla tak kunjung reda dan meluas, potensi penundaan (delay) maupun pengalihan rute pada penerbangan lain diprediksi masih akan terjadi,” katanya.

Kondisi tersebut juga membuat calon penjemput di Bandara Iskandar khawatir. Suswono, warga Kecamatan Pangkalan Banteng, mengaku kaget setelah mengetahui kerabat yang ditunggunya tidak kunjung tiba.

“Saya sudah standby di bandara dari pagi mau jemput saudara. Eh, malah dapat kabar pesawatnya gagal landing dan dialihkan ke Semarang karena asap terlalu pekat,” ujar Suswono. (tyo/yit)

 

 

Editor : Heru Prayitno
penerbangan asap Pangkalan Bun karhutla