Pedet Hasil Persilangan Limousin-Belgian Blue Lahir di Tengah Kabut Asap

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 18:54 WIB
 Pedet persilangan indukan Limousin dengan pejantan Belgian Blue lahir sehat di P4S Karya Baru, Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Minggu 30 Agustus 2026. (SYAHRIAN/RADAR SAMPIT) 
 Pedet persilangan indukan Limousin dengan pejantan Belgian Blue lahir sehat di P4S Karya Baru, Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Minggu 30 Agustus 2026. (SYAHRIAN/RADAR SAMPIT) 

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Seekor pedet jantan hasil persilangan indukan Limousin dengan pejantan Belgian Blue lahir sehat di P4S Karya Baru Mandiri, Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Pedet tersebut memiliki bobot sekitar 35 kilogram.

Pedet itu merupakan hasil program Inseminasi Buatan (IB) yang dilakukan pada 21 November 2025 menggunakan semen BB Satria 282104 XX 0310 dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari. Proses IB tersebut merupakan yang pertama dilakukan pada indukan.

Kelahiran pedet tersebut dinilai menjadi salah satu harapan dalam upaya meningkatkan kualitas genetik ternak di Kobar. Keberhasilan itu juga menunjukkan pelayanan reproduksi melalui program IB dapat memberikan hasil positif jika dilakukan secara berkelanjutan.

Petugas reproduksi sekaligus pemilik P4S Karya Baru Mandiri Kecamatan Kumai, Syahrian, mengaku bersyukur atas kelahiran pedet tersebut. Menurutnya, kelahiran itu menjadi bukti bahwa kerja sama dan upaya yang dilakukan tetap dapat menghasilkan harapan baru di tengah kondisi cuaca panas dan kabut asap.

“Puji syukur kepada Allah, Tuhan Yang Maha Menjaga. Di tengah teriknya panas Kalimantan, di tengah samar asap yang menyelimuti bumi tercinta, di saat banyak hal terasa berat dan penuh ujian, Allah hadirkan secercah harapan baru,” tuturnya, Senin (31/8).

Ia mengatakan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama Dinas Pertanian (Distan) Kobar dan SP IB Kecamatan Kumai dalam memberikan pelayanan reproduksi kepada peternak melalui program IB.

“Proses ini dimulai dari kerja sama yang sangat apik antara Dinas Kabupaten Kotawaringin Barat dan kami SP IB Kecamatan Kumai yang melaksanakan Inseminasi Buatan, hingga akhirnya Allah titipkan hasil yang indah ini,” ungkapnya.

Sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa dan harapan, pedet jantan tersebut diberi nama Nyuntik. Nama itu terinspirasi dari proses kelahirannya melalui program IB.

“Nyuntik bukan sekadar nama, melainkan doa dan harapan. Nama ini mengingatkan kita pada awal mula, dari satu suntikan harapan dan satu langkah yang tekun, lahir kehidupan baru yang kuat,” kata Syahrian.

Ia berharap Nyuntik dapat tumbuh sehat dan kuat hingga menjadi pejantan berkualitas yang memberikan manfaat bagi pengembangan peternakan di Kobar.

“Semoga anak sapi ini tumbuh besar menjadi pejantan yang gagah, berkualitas, dan membawa berkah bagi lingkungan serta sesama peternak. Semoga menjadi suntikan semangat dan kekuatan di tengah segala ujian panas, asap, dan kesulitan yang kita hadapi,” harapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Peternakan Distan Kobar Muhammad Samsudin mengapresiasi kelahiran pedet hasil persilangan Limousin dengan Belgian Blue tersebut.

Menurutnya, kelahiran ini menunjukkan pelayanan reproduksi melalui IB yang dilakukan secara berkelanjutan bersama petugas reproduksi dan peternak dapat memberikan hasil positif dalam meningkatkan kualitas genetik ternak.

Ia berharap petugas reproduksi terus meningkatkan pelayanan, memperkuat koordinasi dengan peternak, serta menghadirkan inovasi untuk mendukung kemajuan subsektor peternakan di Kobar.

“Kami berharap petugas reproduksi terus melayani peternak dengan baik dan terus berinovasi untuk kemajuan peternakan Kabupaten Kotawaringin Barat,” pungkasnya. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
sapi unggulan persilangan kotawaringin barat