PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Ketua DPRD Kotawaringin Barat (Kobar) Mulyadin mengapresiasi langkah Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Pangdam dan Kapolda Kalteng yang turun langsung memantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kobar.
Peninjauan yang dilakukan sekitar sepekan lalu itu dinilai menunjukkan perhatian serius pemerintah dalam menangani karhutla. Menurut Mulyadin, kehadiran langsung pimpinan daerah di lokasi kebakaran penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Terima kasih kepada gubernur beserta jajaran Pangdam dan Kapolda Kalteng yang telah melakukan tinjauan ke beberapa titik karhutla di Kobar, termasuk kabupaten tetangga Lamandau dan Sukamara, dalam rangka memberikan solusi atau langkah-langkah yang harus diambil dalam pemadaman. Semoga ini bisa secepatnya ada hasilnya,” ujar Mulyadin, Senin (31/8).
Ia mengatakan, peninjauan juga dilakukan di Kabupaten Lamandau dan Sukamara. Menurutnya, hal itu menunjukkan penanganan karhutla membutuhkan koordinasi dan kerja sama lintas daerah karena kebakaran dapat terjadi di wilayah yang saling berdekatan.
Mulyadin berharap berbagai langkah yang telah ditempuh pemerintah bersama unsur terkait segera membuahkan hasil sehingga karhutla di Kobar dan wilayah sekitarnya dapat dikendalikan. Kondisi kemarau yang masih berlangsung menjadi salah satu kendala dalam upaya pemadaman.
Ia juga mengapresiasi upaya Gubernur Kalteng mempercepat kedatangan helikopter untuk mendukung pemadaman melalui metode water bombing. Keberadaan helikopter dinilai membantu menjangkau lokasi kebakaran yang sulit didatangi petugas melalui jalur darat.
Di tengah kondisi kemarau, Mulyadin berharap hujan segera turun di wilayah Kobar. Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau masih diperkirakan berlangsung cukup panjang.
Karena itu, selain terus melakukan penanganan karhutla, ia mengajak masyarakat memanjatkan doa agar hujan segera turun. Kobar telah dua kali menggelar salat Istisqa sebagai ikhtiar dan doa agar hujan turun. (sam/yit)
Editor : Heru Prayitno