Penerapan metode water bombing menjadi solusi paling efektif untuk menembus medan sulit tersebut.
Lokasi kebakaran terkendala ketersediaan sumber air yang minim serta dikelilingi medan ekstrem yang tidak memungkinkan armada pemadam darat melintas.
Operasi pemadaman udara yang berlangsung selama satu jam tersebut berjalan amat intensif dengan menerjunkan sebanyak 9 kali siraman (sorties). Arahan akurat dari personel Lanud Iskandar di darat memegang peranan kunci agar setiap tumpahan bom air dijatuhkan tepat pada episentrum api.
Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto menegaskan bahwa keandalan komunikasi radio antara tim darat dan pilot helikopter menjadi faktor penentu keberhasilan misi.
"Kecepatan respons dan presisi informasi membuat titik-titik api utama dapat dilumpuhkan dengan cepat sebelum merembet lebih luas ke area vegetasi sekitarnya," tegasnya.
Berkat sinergi yang solid dan respons cepat seluruh personel di lapangan, seluas 2 hektare dari total 5 hektare area yang terbakar kini telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
"Petugas terus bersiap di lokasi untuk melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada sisa bara yang berpotensi memicu api kembali," pungkasnya. (tyo)
Editor : Slamet Harmoko