PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotawaringin Barat (Kobar) meminta persoalan antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian segera diantisipasi. Hal itu dinilai penting karena Kobar akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026.
Ketua KONI Kobar Hj. Fatmawati melalui Ketua Harian KONI Kobar H. Arif Asrofi mengatakan, ketersediaan BBM harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah sebelum ribuan atlet, ofisial, tamu, dan masyarakat dari 14 kabupaten/kota datang ke Pangkalan Bun. Pelaksanaan Porprov diperkirakan meningkatkan mobilitas masyarakat secara signifikan.
“Kita tidak bisa membayangkan kalau Porprov dilaksanakan kemudian kondisi BBM masih seperti hari-hari ini, dengan antrean panjang,” kata Arif.
Karena itu, KONI Kobar mendorong koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina, BPH Migas, serta pengelola SPBU, SPBN, dan stasiun pengisian lainnya. Langkah antisipasi dinilai perlu disiapkan sejak awal untuk memastikan kebutuhan BBM selama Porprov terpenuhi.
KONI Kobar juga mendorong pemerintah segera menggelar rapat khusus untuk membahas persoalan tersebut. Arif berharap ada kepastian ketersediaan BBM sehingga kontingen dan tamu yang datang tidak mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar selama berada di Kobar.
“Yang perlu diantisipasi adalah langkah apa yang bisa menjamin ketersediaan BBM. Paling tidak sejak awal sudah ada kepastian BBM tidak akan menjadi masalah,” ujarnya.
Persoalan BBM menjadi salah satu pembahasan dalam rapat koordinasi KONI bersama Dispora dan Dinas Perindagkop-UMKM Kobar. Pertemuan tersebut juga membahas penataan pelaku UMKM yang akan terlibat selama Porprov sebagai bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan pesta olahraga tingkat provinsi.
Arif menegaskan, BBM tetap menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan mobilitas ribuan orang. Ia mengingatkan agar tamu yang datang untuk mengikuti maupun menyaksikan pertandingan tidak mengalami kesulitan memperoleh BBM.
“Kalau antrean masih seperti sekarang, kita khawatir wajah Kotawaringin Barat nanti bisa tercoreng. Kita dianggap tidak mampu menampung tamu dengan kebutuhan BBM yang begitu banyak,” tegasnya.
Selain BBM dan UMKM, KONI juga memperhatikan kesiapan fasilitas pendukung pertandingan, seperti musala, fasilitas air, dan tempat wudu, terutama di kawasan Sport Center yang diperkirakan dipadati penonton selama pertandingan.
Arif menekankan seluruh kebutuhan pendukung Porprov harus dipersiapkan secara matang. Dengan durasi pertandingan yang cukup panjang dan jumlah penonton yang besar, berbagai fasilitas perlu dipastikan siap agar Porprov Kalteng 2026 di Kobar berjalan lancar dan memberikan kesan positif bagi seluruh kontingen serta tamu. (sam/yit)
Editor : Heru Prayitno