PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, mendorong PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) memperkuat langkah pencegahan di wilayah operasionalnya.
Melalui PT Surya Indah Nusantara Pagi (SINP) dan PT Persada Bina Nusantara Abadi (PBNA), perusahaan meningkatkan kesiapsiagaan serta menggencarkan kolaborasi bersama pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui respons cepat terhadap kejadian kebakaran, termasuk pada lahan masyarakat di luar areal perkebunan perusahaan.
Salah satunya saat kebakaran terjadi di kebun warga di Kelurahan Pangkut pada Sabtu (22/08).
Tim Tanggap Darurat (TKTD) PT SINP-PBNA bersama para pemangku kepentingan bergerak melakukan penanganan sehingga api dapat dikendalikan sebelum menyebar ke wilayah yang lebih luas.
Kapolsek Arut Utara, Johantan Rey Jurname, mengapresiasi keterlibatan aktif perusahaan dalam mendukung penanganan karhutla di wilayah tersebut.
“Terima kasih atas peran serta PT SINP-PBNA dalam membantu penanggulangan karhutla di Kelurahan Pangkut. Respons yang cepat sangat membantu agar api tidak membesar dan merambat lebih luas. Sinergi antara perusahaan, kepolisian, pemerintah, dan stakeholder lainnya menjadi hal penting dalam menghadapi risiko karhutla di Arut Utara,” ujarnya.
Perwakilan Manajemen PT SINP-PBNA, Purwanto, mengatakan kesiapsiagaan menghadapi karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kecepatan informasi, kesiapan sumber daya, dan koordinasi lintas pihak.
“Bagi kami, pencegahan dan penanganan karhutla tidak berhenti pada batas areal perusahaan. Ketika terdapat laporan kejadian di sekitar wilayah operasional, kami berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan yang tersedia sementara koordinasi dengan kepolisian, kecamatan, desa, Koramil, dan masyarakat menjadi kunci agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” kata Purwanto.
Untuk mendukung kesiapsiagaan di lapangan, PT SINP-PBNA menyiagakan satu unit mobil pemadam kebakaran dan tiga unit tangki air, serta peralatan pendukung lainnya.
Perusahaan juga secara aktif berkoordinasi dengan Kecamatan Arut Utara, pemerintah desa dan kelurahan, Polsek Arut Utara, Koramil, serta masyarakat untuk memperkuat pertukaran informasi dan mempercepat penanganan ketika ditemukan indikasi maupun kejadian kebakaran.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Astra Agro dan anak usahanya untuk mendorong penanganan karhutla yang tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga mengedepankan pencegahan, pemanfaatan teknologi, edukasi masyarakat, serta kolaborasi yang berkelanjutan.
Dengan keterlibatan seluruh pihak, risiko kebakaran diharapkan dapat ditekan sekaligus melindungi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah Arut Utara. (sla)
Editor : Slamet Harmoko