PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk armada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap aman. Dukungan BBM menjadi perhatian penting di tengah tingginya mobilisasi armada dan personel di lapangan.
Plt. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar Adnan Santana, mewakili Kepala Pelaksana BPBD Kobar, mengatakan ketersediaan BBM diperlukan untuk menunjang operasional penanganan karhutla.
“BBM jelas menjadi perhatian serius kami demi menunjang operasional di lapangan,” ujarnya, Selasa (25/8).
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, BPBD Kobar telah mengajukan tambahan anggaran BBM melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026. Usulan tersebut telah mendapat persetujuan, meski BPBD belum menerima rincian nominal tambahan anggaran yang disahkan.
Dana tambahan dari APBD-P tersebut diproyeksikan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan BBM mulai akhir September 2026. Sementara menunggu realisasi anggaran, operasional armada tetap dioptimalkan menggunakan anggaran yang tersedia saat ini.
Adnan memastikan keterlambatan realisasi anggaran perubahan tidak akan menghambat pergerakan tim tanggap darurat di lapangan. BPBD Kobar juga telah berkoordinasi dengan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) agar kendaraan operasional mendapat akses prioritas.
“Untuk pengisian BBM, kendaraan operasional kami tidak perlu ikut antrean umum. Kami mendapatkan akses prioritas dari pihak SPBU,” tegasnya.
Akses prioritas tersebut dinilai penting karena penanganan karhutla membutuhkan respons cepat. Armada harus siap mengangkut personel, pompa portabel, dan logistik menuju lokasi karhutla yang sulit dijangkau.
Dukungan operasional tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Pada tahun anggaran 2026, Pemprov Kalteng telah menyiagakan dana taktis untuk penanganan karhutla berkisar Rp50 miliar hingga Rp100 miliar.
Sinergi dukungan anggaran antara pemerintah kabupaten dan provinsi diharapkan dapat memperkuat penanganan karhutla di Kobar hingga ancaman titik api menurun. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno