PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyalurkan 4.500 liter air bersih kepada warga Dusun Bungur, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), yang terdampak kekeringan. Bantuan tersebut disalurkan dalam lima kali pengangkutan (rit) selama hampir dua pekan terakhir.
Bantuan air menyasar warga di Jalan Pangkalan Bungur RT 27 yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur gali dan sumur bor milik warga setempat nyaris tidak mengeluarkan air sejak sekitar dua bulan terakhir.
Ketua Harian PMI Kobar Safwan mengatakan, penyaluran dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok warga yang terdampak kekeringan.
“Kita upayakan dengan tenaga yang ada agar bisa tersalurkan ke warga karena ini salah satu kebutuhan pokok yang sangat mendesak,” kata Safwan, Sabtu (22/8).
Untuk mempercepat distribusi, PMI Kobar menerjunkan tim dengan armada gabungan bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), BPBD, dan PDAM Kobar. Penyaluran dilakukan dalam dua sif, yakni pagi dan sore.
“Armada tangki kami pinjam dari Damkar, lalu pasokan air kita ambil langsung dari PDAM dan BPBD,” ujarnya. Kegiatan tersebut juga didukung pendanaan dari PMI Pusat.
Bantuan 4.500 liter air tersebut diperuntukkan bagi sedikitnya 22 kepala keluarga (KK) atau sekitar 85 jiwa. Warga pun harus mengantre dengan membawa galon dan ember untuk mendapatkan air.
Warga setempat menyambut bantuan tersebut karena selama kemarau mereka harus membeli air dari luar daerah dengan biaya lebih tinggi.
“Alhamdulillah, kami rela antre. Kekeringan ini sudah hampir dua bulan lebih dan kami biasanya harus bayar ekstra beli air di luar. Adanya bantuan dari PMI ini betul-betul meringankan beban kami,” kata Apan, warga Bungur.
Berdasarkan hasil monitoring Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), secara umum wilayah Kobar mengalami hari tanpa hujan (HTH) selama 31 hingga 60 hari. Kondisi itu menunjukkan periode kering yang cukup panjang.
Selain Kecamatan Arsel, kekeringan juga melanda warga di Kecamatan Pangkalan Lada.
Forecaster on Duty BMKG Kotawaringin Ni Kadek Trisna Dewi mengatakan, hasil analisis indeks kekeringan menunjukkan sebagian besar wilayah Kobar saat ini berada dalam kondisi kekeringan.
“Sebagian besar wilayah Kotawaringin Barat dalam kondisi kekeringan, ditandai dengan warna merah gelap, terutama di wilayah Kotawaringin Barat bagian utara,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno