Bikin Panik! Ular Sanca 1 Meter Nongkrong di Atas Pintu Kamar Mandi Rumah Warga Kobar

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 20:15 WIB
TEROR ULAR: Tim Rescue mengevakuasi ular sanca panjang 1 meter di rumah warga Jalan Ahmad Yani, Gang Perumahan Griya Bumi Permai, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kobar, Senin (24/8/2026) dini hari. FOTO : DAMKAR KOBAR/RADAR SAMPIT
TEROR ULAR: Tim Rescue mengevakuasi ular sanca panjang 1 meter di rumah warga Jalan Ahmad Yani, Gang Perumahan Griya Bumi Permai, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kobar, Senin (24/8/2026) dini hari. FOTO : DAMKAR KOBAR/RADAR SAMPIT

 

PANGKALAN BUN, Radarsampit.jawapos.com – Ular sanca sepanjang sekitar satu meter ditemukan merayap di atas pintu kamar mandi sebuah rumah di Jalan Ahmad Yani, Gang Perumahan Griya Bumi Permai, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (24/8/2026) dini hari.

Kemunculan ular bermotif batik tersebut membuat penghuni rumah panik. Keberadaannya kemudian dilaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kobar untuk dievakuasi.

Laporan disampaikan Virensha Widyaswara kepada Regu II piket malam Damkar Kobar pada pukul 00.43 WIB. Petugas langsung bergerak ke lokasi dan tiba sekitar pukul 01.00 WIB.

Baca Juga: Kunjungan Prabowo ke Kalteng Picu Harapan, Warga Sampit Minta Hujan Buatan

Setelah melakukan penanganan dengan memperhatikan keselamatan penghuni dan petugas, ular berhasil dievakuasi sekitar pukul 01.10 WIB. Ular tersebut diketahui merupakan jenis sanca (Python reticulatus) dengan panjang sekitar satu meter.

Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, Sarana dan Prasarana Damkar Kobar, Fahliansyah, mengatakan penanganan satwa atau animal rescue merupakan bagian dari pelayanan Damkar kepada masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan ular atau satwa lain yang berpotensi membahayakan. Segera laporkan kepada petugas agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman dan tepat,” ujarnya.

Baca Juga: Ketika Embung dan Sumur Bor Mengering saat Karhutla, OPD Kotim Bergerak Turun Tangan Suplai Air

Menurutnya, ular di lingkungan permukiman perlu ditangani secara hati-hati karena masyarakat tidak mengetahui kondisi maupun respons satwa ketika merasa terancam. Petugas Damkar memiliki prosedur dan peralatan untuk membantu proses evakuasi.

Fahliansyah juga mengingatkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan rumah, terutama area yang berpotensi menjadi tempat persembunyian atau sumber makanan ular, seperti tumpukan barang, semak-semak, saluran air, dan area yang jarang dibersihkan.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Jika menemukan ular di dalam maupun sekitar rumah, jangan didekati atau diprovokasi. Amankan area sekitar dan segera hubungi petugas Damkar,” pungkasnya. (tyo/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
bikin panik Sanca kobar arut selatan ular