PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memperkuat dukungan logistik dan obat-obatan bagi personel serta masyarakat yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Karhutla dilaporkan terjadi dalam skala besar dan kecil di sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Pangkalan Banteng, Pangkalan Lada, Arut Selatan, dan Kumai.
Banyaknya titik karhutla membuat seluruh personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar dikerahkan ke lapangan bersama tim gabungan. Kondisi tersebut menyebabkan pos komando di Mako BPBD sementara kosong karena personel fokus melakukan penanganan di sejumlah lokasi.
Sekretaris Daerah Kobar Rody Iskandar menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar penanganan karhutla berlangsung cepat, terpadu, dan sesuai tugas masing-masing.
“Koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh unsur bergerak dengan cepat sesuai tugas masing-masing. Tidak hanya pemadaman, tetapi juga dukungan kesehatan bagi petugas dan masyarakat harus kita pastikan siap, sehingga penanganan karhutla dapat berjalan efektif,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kobar Hardino mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dukungan pelayanan kesehatan melalui 18 puskesmas yang tersebar di wilayah Kobar.
“Kami terus berkoordinasi dengan 18 puskesmas untuk memastikan kesiapan pelayanan apabila petugas di lapangan maupun masyarakat mengalami gangguan kesehatan akibat aktivitas penanganan karhutla,” ungkapnya.
Ia mengatakan, setiap puskesmas telah memiliki Tim Gerak Cepat (TGC) yang mendapat pelatihan untuk memberikan respons awal sesuai kondisi di lapangan.
Menurut Hardino, kesiapan TGC di setiap puskesmas menjadi bagian penting dalam memperkuat respons kesehatan selama penanganan karhutla. Koordinasi secara berjenjang juga dilakukan untuk memastikan kebutuhan obat-obatan dan logistik kesehatan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.
“Kesiapan tersebut diharapkan dapat memastikan keselamatan dan kesehatan petugas maupun masyarakat tetap menjadi perhatian selama kondisi darurat karhutla,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno