PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Universitas Antakusuma (UNTAMA) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan kegiatan peningkatan pengetahuan perempuan pesisir tentang pemanfaatan pangan lokal untuk pencegahan stunting di Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Program ini bertujuan meningkatkan literasi pangan masyarakat dengan mengoptimalkan sumber daya pangan lokal sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting berbasis potensi wilayah pesisir.
Kegiatan tersebut dilaksanakan tim dosen UNTAMA, yakni Husnul Chotimah, S.Hut., M.Hut. sebagai ketua dari Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Ekologi Perikanan (FPPEP) Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, bersama Apriyasni Melati, S.E., M.Ec.Dev. dan Hasaruddin, S.E., M.M. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Ekonomi Pembangunan.
Program ini juga melibatkan mahasiswa dalam edukasi dan pendampingan masyarakat.
Ketua tim, Husnul Chotimah, mengatakan perempuan memiliki peran strategis dalam menentukan pola konsumsi pangan keluarga.
Karena itu, peningkatan pengetahuan tentang gizi, pangan lokal, dan pencegahan stunting menjadi langkah penting untuk mendukung kesehatan keluarga.
Menurutnya, masyarakat pesisir memiliki berbagai sumber pangan bergizi yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pola konsumsi keluarga yang lebih beragam, bergizi, dan berkelanjutan.
Desa Keraya memiliki potensi pangan lokal yang beragam, di antaranya berbagai jenis ikan, rajungan, remis, daun kelor, daun katuk, dan ubi jalar.
Potensi tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari dan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga apabila diolah secara optimal.
"Kegiatan ini melibatkan 10 perempuan pesisir yang tergabung dalam Poktan Keraya Makmur melalui tahapan koordinasi, penyusunan materi, penyuluhan, praktik pengolahan pangan, hingga evaluasi,"ungkapnya.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan stunting, pangan lokal, potensi pangan pesisir, pengolahan pangan, praktik makan sehat, serta peran keluarga dalam pencegahan stunting.
Peserta juga aktif mempraktikkan pengolahan bahan pangan lokal menjadi sejumlah menu bergizi, seperti Tu'up Ikan Belanak, Botok Remis, Kue Asoy Ubi Jalar, Puding Lumut Daun Kelor, Sayur Santan Rajungan dan Daun Katuk, Ikan Telang Masak Kecap, Sayur Asam Ikan Senangin, Sayur Bening Daun Kelor dan Jagung, serta Bola-Bola Ikan Tenggiri.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti program.
Pemahaman mengenai stunting meningkat sebesar 22,83 persen, sedangkan pemahaman tentang potensi pangan lokal meningkat 12,17 persen.
Secara keseluruhan, seluruh materi penyuluhan mengalami peningkatan pemahaman, menunjukkan edukasi dan praktik yang diberikan mampu meningkatkan literasi pangan perempuan pesisir dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk pencegahan stunting.
Selain edukasi dan praktik, tim pengabdian menghasilkan tiga buku, yakni Modul Edukasi Pangan Lokal Bergizi pada Perempuan Pesisir untuk Pencegahan Stunting, Skema Peningkatan Pengetahuan Perempuan Pesisir dalam Pencegahan Stunting, dan Buku Evaluasi Peningkatan Pengetahuan Perempuan Pesisir dalam Pencegahan Stunting.
Ketiganya diharapkan menjadi bahan pembelajaran, pedoman pemberdayaan, serta referensi evaluasi program berbasis pangan lokal di wilayah pesisir.
Program tersebut merupakan hibah Pengabdian kepada Masyarakat dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula Tahun 2026.
"Melalui program ini, UNTAMA berharap pemanfaatan pangan lokal semakin menjadi bagian dari budaya konsumsi masyarakat pesisir," harapnya.
Peningkatan pengetahuan dan keterampilan perempuan diharapkan mampu memperbaiki kualitas konsumsi pangan keluarga sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang lebih sehat, produktif, dan bebas stunting.
Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan dan Ekonomi Pembangunan UNTAMA juga terus berkomitmen berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya pesisir berkelanjutan serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. (*)
Editor : Slamet Harmoko