Antrean BBM Ganggu Akses Warga Gang Beringin

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 04:00 WIB

 

Belasan motor antre di SPBU Pakunegara Pangkalan Bun, Rabu 12 Agustus 2026. (ist)
Belasan motor antre di SPBU Pakunegara Pangkalan Bun, Rabu 12 Agustus 2026. (ist)

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Warga Gang Beringin, RT 12 dan RT 14, Kelurahan Raja, mengeluhkan pengalihan antrean kendaraan pembeli bahan bakar minyak (BBM) dari SPBU Pakunegara ke dalam permukiman. Pengalihan tersebut dinilai mengganggu akses lalu lintas warga.

Warga RT 12, Obie, mengatakan antrean kendaraan mulai diarahkan masuk ke Gang Beringin oleh petugas keamanan (security) SPBU Pakunegara sejak Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut Obie, pengalihan antrean dilakukan setelah adanya keluhan dari pemilik loket dan kafe di area depan SPBU yang merasa terganggu oleh antrean kendaraan.

"Pengalihan ini dilakukan menyusul adanya keluhan dari pemilik loket dan kafe di area depan SPBU yang merasa terganggu oleh antrean kendaraan," ujarnya, Minggu (16/8/2026).

Namun, pengalihan antrean tersebut disebut dilakukan tanpa konfirmasi atau koordinasi terlebih dahulu dengan pengurus RT setempat.

Akibatnya, badan jalan Gang Beringin dipenuhi kendaraan yang mengantre hingga sekitar 200 meter. Antrean tersebut bahkan melewati area masjid hingga ke permukiman warga di bagian bawah.

Gang Beringin terbagi menjadi dua wilayah. Area masjid masuk dalam wilayah RT 12, sedangkan area di seberangnya masuk wilayah RT 14.

Obie mengatakan kondisi jalan yang sempit membuat akses lalu lintas warga terganggu, terutama kendaraan roda empat. Sejumlah warga juga kesulitan keluar-masuk permukiman menggunakan mobil.

"Akibatnya, warga memasang tali dan tulisan imbauan kepada masyarakat untuk tidak mengantre BBM di dalam gang," katanya.

Selain mengganggu lalu lintas, antrean kendaraan roda dua di dalam gang juga menimbulkan persoalan kebersihan. Sampah berupa plastik dan botol minuman serta sisa makanan ditemukan berserakan di sekitar lokasi.

"Sampah berhamburan, plastik minuman, botol minuman, dan makanan lainnya. Padahal, di belakang SPBU terdapat masjid sehingga kebersihan lingkungan sekitar harus dijaga," pungkasnya. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
antrean bbm kotawaringin barat