Api Sulit Dijangkau, Karhutla Terus Meluas  

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:55 WIB
Penanganan karhutla di Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu 8 Agustusan 2026. (BPBD KOBAR) 
Penanganan karhutla di Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu 8 Agustusan 2026. (BPBD KOBAR) 

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, meluas di sejumlah wilayah. Kondisi medan yang sulit dijangkau dan minimnya sumber air membuat penanganan oleh tim darat terkendala.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengajukan bantuan helikopter water bombing guna mendukung pemadaman dari udara.

Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Samuel, mengatakan permohonan bantuan helikopter water bombing, serta sarana dan prasarana lain untuk penanganan karhutla, telah disampaikan kepada BNPB melalui BNPB Provinsi Kalimantan Tengah.

"Permohonan bantuan water bombing sudah disetujui, dan pekan depan helikopter water bombing akan mendarat di Sampit yang berjarak 30 menit penerbangan dari Pangkalan Bun," katanya.

Saat ini, tim di daerah masih menunggu jadwal mobilisasi helikopter menuju lokasi terdampak. Bantuan pemadaman dari udara dinilai penting karena tim darat menghadapi kendala berupa medan yang berat dan keterbatasan sumber air di sejumlah lokasi.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar, Andhan Santana, mengatakan sejumlah titik karhutla menjadi perhatian utama, di antaranya Desa Runtu, Desa Sungai Tendang, Mendawai Seberang, dan Desa Natai Raya.

Di Desa Runtu, kebakaran sempat meluas akibat medan yang sulit dijangkau dan minimnya sumber air. Namun, titik api di lokasi tersebut kini telah berhasil dipadamkan.

Sementara itu, kebakaran di Desa Sungai Tendang menghanguskan puluhan hektare lahan. Proses pemadaman di lokasi tersebut terkendala minimnya sumber air di sekitar titik kebakaran.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar juga masih menangani karhutla di Mendawai Seberang yang telah memasuki hari keempat. Kebakaran di wilayah tersebut telah menghanguskan ratusan hektare hutan dan lahan.

Dalam penanganan di Mendawai Seberang, tim gabungan menghadapi kendala berupa tidak adanya akses kendaraan menuju titik api serta sulitnya mendapatkan pasokan air.

"Tim gabungan juga saat ini sedang melakukan penanganan di Desa Natai Raya. Luasan lahan yang terbakar diperkirakan 50 hektare," kata Andhan.

BPBD Kobar menyatakan kesiapan personel dan peralatan pemadaman di darat dalam kondisi optimal. Kendala utama dalam penanganan karhutla adalah faktor geografis dan ketersediaan sumber air di sekitar titik api.

"Jumlah personel dan alat tidak menjadi kendala. Jika lokasi mudah dijangkau dan sumber air tidak jauh dari lokasi karhutla, semua sebenarnya bisa kita tangani," ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Kobar, karhutla sepanjang Agustus 2026 telah menghanguskan 413,56 hektare hutan dan lahan yang tersebar di enam kecamatan. Sementara itu, total luas lahan yang terbakar sepanjang 2026 mencapai 622,1 hektare. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
kaarhutla asap kotawaringin barat