Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:53 WIB

 

Nam Air rute Pangkalan Bun - Semarang sedang parkir di Bandara Iskandar Pangkalan Bun.
Nam Air rute Pangkalan Bun - Semarang sedang parkir di Bandara Iskandar Pangkalan Bun.

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Sedikitnya empat penerbangan ditunda dan satu pesawat gagal mendarat karena jarak pandang menurun di bawah batas aman penerbangan.

Titik api yang diperkirakan berjarak sekitar tiga kilometer dari kawasan bandara memicu asap tebal yang mengganggu jarak pandang di sekitar jalur pendekatan pesawat dan landasan pacu.

Komandan Lanud Iskandar, Letkol Pnb Nugroho Tri Widiyanto, mengatakan penundaan penerbangan dilakukan demi keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Hal itu disampaikan Nugroho dalam konferensi pers bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Mapolres Kotawaringin Barat, Jumat (14/8/2026).

"Jangan sampai terjadi sesuatu. Dampaknya bukan hanya pada penerbangan, tetapi juga ekonomi dan nama baik daerah kita," tegas Nugroho.

Menurut dia, gangguan penerbangan dipengaruhi kumpulan partikel jelaga dan asap sisa pembakaran yang mengendap di permukaan tanah, terutama pada pagi hari. Kondisi tersebut dapat menurunkan jarak pandang hingga di bawah batas minimum 800–1.000 meter sehingga pilot kesulitan melihat landasan pacu.

Nugroho menjelaskan, secara umum, jarak pandang penerbangan terbagi dalam tiga kategori, yakni aman apabila lebih dari 5.000 meter, waspada pada kisaran 2.000–5.000 meter, dan berbahaya apabila kurang dari 1.000 meter.

Dalam kondisi jarak pandang yang rendah, maskapai bersama AirNav dapat memutuskan penundaan, pengalihan rute (divert), hingga pembatalan penerbangan.

"Sudah ada empat penerbangan yang tertunda akibat asap karhutla. Lokasi kebakarannya sangat dekat dengan bandara sehingga sangat memengaruhi jarak pandang," ujarnya.

Menurut Nugroho, gangguan penerbangan tersebut tidak hanya berdampak pada keselamatan dan kelancaran transportasi udara, tetapi juga berpotensi memengaruhi aktivitas perekonomian di Kotawaringin Barat. (tyo/yit)

Editor : Heru Prayitno
penerbangan bandara iskandar