Karhutla Meluas, Pemkab Kotawaringin Barat Minta Bantuan Helikopter Water Bombing  

Syamsudin Danuri • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:02 WIB
Petugas sedang melakukan pemadaman api  di Kotawaringin Barat. (SYAMSUDIN/RADAR SAMPIT)
Petugas sedang melakukan pemadaman api  di Kotawaringin Barat. (SYAMSUDIN/RADAR SAMPIT)

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengajukan permohonan bantuan helikopter water bombing kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas. Sejumlah titik api sulit dijangkau melalui jalur darat sehingga membutuhkan dukungan penanganan dari udara.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Samuel, mengatakan permohonan bantuan tersebut telah disampaikan melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Surat permintaan bantuan diteruskan kepada BNPB melalui Kepala Pelaksana BPBD dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah untuk diproses.

Samuel mengatakan kondisi di lapangan menjadi salah satu alasan utama Pemkab Kobar meminta dukungan pemerintah pusat. Tim gabungan masih harus berjalan kaki menuju sejumlah titik kebakaran sambil membawa peralatan pemadam portabel. Selain akses yang sulit, ketersediaan sumber air juga menjadi kendala karena sebagian sumber air mulai mengering akibat kemarau ekstrem.

Hal itu disampaikan Samuel di Posko Penanganan Karhutla, Kamis (13/8/2026).

Kebakaran juga mulai terjadi di ruas jalan penghubung Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, khususnya pada Kilometer 11 hingga Kilometer 15. Sebagian wilayah tersebut merupakan kawasan gambut sehingga membutuhkan penanganan serius. Untuk memperkuat pengendalian api, posko penanganan karhutla telah didirikan di sepanjang kawasan tersebut.

Lokasi lain yang masih menjadi perhatian antara lain Desa Bungur serta wilayah Kecamatan Arut Utara di sekitar perusahaan PT Korintiga Hutani. BPBD terus berkoordinasi dengan pihak perusahaan. PT Korintiga Hutani juga telah mengerahkan personel dan peralatan pemadaman untuk membantu penanganan kebakaran di wilayah tersebut.

Selain itu, BPBD Kobar berencana menambah tiga posko di sejumlah kawasan yang dinilai rawan karhutla, meliputi Kumpai Batu Atas, Kumpai Batu Bawah, Tanjung Terantang, Tanjung Putri, Sungai Sebuai, Sungai Tendang, dan Sungai Kapitan. Posko tersebut akan menjadi pusat koordinasi bagi Masyarakat Peduli Api (MPA) bersama tim gabungan.

Samuel menyebut sekitar 60 hektare lahan gambut di wilayah Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, sebelumnya terbakar. Meski api telah berhasil dipadamkan, potensi munculnya kembali titik api tetap diwaspadai karena kondisi kemarau ekstrem masih berlangsung.

Samuel juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla untuk mengutamakan keselamatan. Jika hingga pukul 18.00 WIB api belum dapat dikendalikan, personel diminta mempertimbangkan untuk menarik diri sambil tetap melakukan pemantauan secara ketat.

Pengawasan terutama diarahkan untuk mencegah api merambat ke kawasan permukiman. Menurut Samuel, jumlah personel yang tersedia masih mencukupi. Namun, tantangan utama dalam penanganan karhutla adalah akses menuju titik api dan keterbatasan sumber air. (sam/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
water bombing kotawaringin barat karhutla