PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Pasokan dan harga bahan pokok (bapok) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada pekan pertama Agustus 2026 secara umum stabil. Namun, sejumlah komoditas masih mengalami fluktuasi, terutama bawang putih, cabai, dan daging ayam ras.
Berdasarkan hasil pemantauan harian Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DisperindagkopUKM) Kobar, harga bawang putih naik dari Rp40.000 menjadi Rp45.000 per kilogram pada akhir pekan pemantauan.
Sementara itu, harga daging ayam ras (broiler) turun dari Rp43.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Harga cabai rawit merah juga turun dari Rp70.000 menjadi Rp65.000 per kilogram.
Adapun harga cabai merah besar dan cabai merah keriting bertahan di angka Rp60.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau berada pada harga Rp90.000 per kilogram.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Perdagangan DisperindagkopUKM Kobar, Muhammad Suhendra, mengatakan fluktuasi sejumlah komoditas yang menjadi penyeimbang inflasi tersebut terus dipantau.
"Secara umum, sebagian besar komoditas harganya stabil. Perubahan yang terjadi pada cabai, bawang putih, dan daging ayam ras tetap dalam radar pemantauan rutin kami," ujarnya.
Jika dibandingkan dengan rata-rata harga pada pekan sebelumnya, beberapa jenis cabai dan bawang putih mengalami kenaikan secara kumulatif.
Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai merah besar sebesar 25 persen, disusul cabai merah keriting 20 persen, cabai rawit merah 11,67 persen, dan bawang putih 7,32 persen.
Sebaliknya, beberapa komoditas mengalami penurunan dibandingkan dengan akhir bulan lalu. Harga bawang merah turun 2,44 persen, sedangkan daging ayam ras turun 8,97 persen.
Komoditas pangan utama lainnya, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi, telur, kacang kedelai, dan ikan segar, relatif stabil tanpa perubahan harga yang signifikan.
Suhendra mengatakan pengawasan pasar secara berkala akan terus dilakukan untuk mengantisipasi gejolak harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.
"Kita memastikan pengawasan pasar secara berkala akan terus berjalan guna mengantisipasi gejolak harga sekaligus menjamin ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat," pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno