PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau di wilayah Kotawaringin Barat (Kobar) dan sekitarnya terjadi pada September 2026. Intensitas curah hujan diprediksi mulai meningkat secara signifikan pada November 2026.
Forecaster On Duty BMKG, Atira Indiani Pangastuti, menjelaskan berdasarkan pemutakhiran prediksi musim, curah hujan di wilayah Kotawaringin Barat pada September berada pada kriteria rendah, yakni 0–100 milimeter (mm).
Memasuki Oktober, curah hujan secara umum diprediksi berada pada kriteria menengah, yakni 100–300 mm. Namun, curah hujan dengan kriteria rendah, 20–100 mm, diprediksi masih terjadi di sebagian besar wilayah Sukamara dan Kotawaringin Barat.
"Untuk bulan Oktober, curah hujan secara umum masuk kriteria menengah (100–300 mm). Namun, curah hujan kriteria rendah (20–100 mm) diprediksi masih terjadi di sebagian besar wilayah Sukamara dan Kotawaringin Barat," kata Atira, Selasa (11/8/2026).
Pada November, curah hujan secara umum diprediksi berada pada kriteria menengah, yakni 100–300 mm. Curah hujan dengan kriteria rendah, 50–100 mm, diperkirakan hanya terjadi di sebagian kecil wilayah Kotawaringin Barat bagian selatan.
Sementara itu, curah hujan dengan kriteria tinggi, 300–400 mm, diprediksi mulai terjadi di sebagian kecil wilayah Lamandau bagian utara.
Berdasarkan peta prediksi curah hujan bulanan tersebut, BMKG memprakirakan peningkatan intensitas curah hujan secara signifikan di Kotawaringin Barat dan sekitarnya baru terjadi pada November 2026.
"Masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kekeringan serta dampak puncak kemarau hingga memasuki masa peralihan musim," pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno