Asap Ancam Kesehatan Siswa  

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:28 WIB
Karhutla di Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, yang mendekati permukiman dan sekolah dasar, belum lama ini. (ist) 
Karhutla di Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, yang mendekati permukiman dan sekolah dasar, belum lama ini. (ist) 

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam kesehatan siswa dan tenaga pendidik di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kobar menginstruksikan seluruh siswa dan guru menggunakan masker saat beraktivitas di lingkungan sekolah.

Kepala Disdikbud Kobar Muhammad Alamsyah mengatakan penggunaan masker merupakan langkah awal untuk melindungi warga sekolah dari paparan asap. Pihaknya juga terus memantau kondisi di lapangan untuk menentukan langkah pencegahan selanjutnya.

“Kondisi saat ini sangat mengkhawatirkan bagi anak-anak. Kami mengambil langkah awal dengan mengimbau penggunaan masker guna melindungi warga sekolah dari paparan asap. Untuk tindakan pencegahan lainnya, kami masih terus memantau tingkat kedaruratan di lapangan,” kata Alamsyah, Senin (10/8).

Alamsyah menegaskan keselamatan dan kesehatan siswa menjadi prioritas. Disdikbud Kobar tidak menutup kemungkinan mengevaluasi kegiatan belajar mengajar (KBM), termasuk menyesuaikan jam belajar hingga meliburkan sekolah jika kondisi asap semakin pekat dan membahayakan kesehatan siswa.

“Jika situasi berkembang semakin darurat dan tidak lagi aman bagi kesehatan anak-anak, kami siap mengambil langkah penyesuaian kegiatan belajar mengajar secara penuh,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, kabut asap yang menyelimuti permukiman dan lingkungan sekolah dipicu kebakaran lahan gambut di sejumlah wilayah Kobar.

Kepala BPBD Kobar, Samuel, mengatakan sejak awal Juni hingga Agustus 2026 tercatat 153 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 279,25 hektare.

“Sebagian besar kebakaran terjadi di lahan gambut yang menghasilkan asap sangat pekat dan mengganggu jarak pandang. Karakteristik lahan gambut membuat api mudah menjalar di bawah permukaan, sehingga kepulan asap terus muncul meski api di atas lahan sudah tampak padam,” ujar Samuel.

Salah satu sumber asap terbesar saat ini berasal dari kebakaran yang meluas di Kelurahan Candi, Kecamatan Kumai, dengan luas lahan terbakar mencapai 20 hektare. Hingga kini, tim gabungan masih berupaya memadamkan api di tengah keterbatasan sumber air dan kondisi medan gambut untuk menekan produksi asap. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
asap kotawaringin barat karhutla