PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengalami penurunan dari kategori baik menjadi sedang berdasarkan pemantauan Air Quality Monitoring System (AQMS) di Taman Kota Manis Pangkalan Bun. Penurunan tersebut ditandai dengan meningkatnya konsentrasi partikel halus PM2.5 menjadi 18 µg/m³.
Data AQMS menunjukkan konsentrasi PM2.5 meningkat secara bertahap dari 13 µg/m³, 14 µg/m³, 15 µg/m³, hingga mencapai 18 µg/m³. Meski mengalami kenaikan, angka tersebut masih berada di bawah Nilai Ambang Batas (NAB) PM2.5 sebesar 65 µg/m³.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan, dan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat, Endro Budi Utomo, mengatakan kualitas udara di Pangkalan Bun masih relatif aman. Namun, tren peningkatan konsentrasi PM2.5 perlu menjadi perhatian agar tidak terus meningkat.
"Kualitas udara di Pangkalan Bun saat ini masih berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, adanya tren kenaikan konsentrasi PM2.5 perlu menjadi perhatian bersama agar tidak terus meningkat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Kotawaringin Barat, Syahyani, mengatakan partikel PM2.5 berukuran sangat halus sehingga dapat masuk hingga ke bagian terdalam paru-paru dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila terpapar dalam waktu lama, terutama pada kelompok rentan.
Menurutnya, meskipun kualitas udara secara umum masih berada di bawah Nilai Ambang Batas, masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan maupun penyakit jantung tetap perlu meningkatkan kewaspadaan.
DLH mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan dan kardiovaskular, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, disarankan menggunakan masker yang sesuai guna mengurangi paparan partikel polutan di udara. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno