PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) ke sejumlah Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) di wilayah Kota Pangkalan Bun.
Menggandeng Puskesmas Madurejo dan UPTD Laboratorium Kesehatan IKL dimaksudkan memastikan penerapan standar higiene dan sanitasi pangan serta menjamin makanan yang disajikan kepada masyarakat memenuhi persyaratan kesehatan.
Inspeksi merupakan tindak lanjut dari kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Pengelola Makanan Jajanan serta Sentra Makanan Jajanan yang telah dilaksanakan pada 28 Juli 2026. Sasaran kegiatan meliputi sejumlah restoran siap saji modern, di antaranya KFC dan Pizza Hut.
Dalam pelaksanaannya, tim Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinkes Kobar memeriksa kebersihan bangunan, dapur, area penyajian makanan, tempat penyimpanan bahan baku, hingga sistem pengelolaan limbah.
Tim juga mengambil sampel air bersih dan sampel makanan untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Kobar guna memastikan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan.
Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kobar, Muliyadi, mengatakan inspeksi lapangan merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan kepada pelaku usaha pangan agar penerapan higiene sanitasi tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diterapkan secara konsisten dalam operasional sehari-hari.
Melalui inspeksi ini kami ingin memastikan bahwa seluruh pengelola tempat pengolahan pangan telah menerapkan standar higiene sanitasi sesuai ketentuan.
"Pengambilan sampel air dan makanan juga menjadi bagian dari upaya verifikasi untuk memastikan produk yang disajikan aman dikonsumsi masyarakat serta memenuhi persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)," ujar Muliyadi, Kamis 6 Agustus 2026.
Menurutnya, pengujian laboratorium terhadap sampel air dilakukan untuk mengetahui kualitas air yang digunakan dalam proses pengolahan makanan. Sementara itu, pengujian sampel makanan bertujuan mendeteksi kemungkinan adanya cemaran fisik, kimia, maupun mikrobiologi yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Melalui pengawasan dan pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan, Dinkes Kobar berkomitmen mendorong seluruh pelaku usaha pangan, baik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun restoran modern.
"Untuk terus menjaga kebersihan, keamanan, dan mutu pangan sehingga masyarakat memperoleh makanan yang aman, sehat, dan layak konsumsi," pungkasnya (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno