PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Seorang perempuan pingsan saat mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kamis (6/8). Perempuan yang identitasnya belum diketahui itu diduga mengalami kepanasan dan dehidrasi setelah mengantre cukup lama di bawah terik matahari.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, antrean kendaraan di SPBU tersebut telah mengular sejak pagi. Korban yang mengendarai sepeda motor matik tiba-tiba terhuyung dan terjatuh bersama kendaraannya ketika antrean mulai bergerak.
"Antrean memang cukup panjang dan cuaca sangat panas. Tiba-tiba ibu itu jatuh dari motornya. Warga dan pengendara lain langsung sigap menepi dan menolongnya," ujar Rian (34), warga yang berada di lokasi.
Rian mengatakan petugas SPBU, personel Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan kepolisian yang berjaga segera mengevakuasi korban ke tempat yang lebih teduh serta menghubungi PMI Kotawaringin Barat.
Menurutnya, korban kemudian dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans PMI. Setelah menjalani pemeriksaan, korban diperbolehkan pulang.
Warga sekitar SPBU Diponegoro, Endang, mengaku melihat korban dibawa keluar dari lokasi menggunakan ambulans setelah sempat tidak sadarkan diri.
"Saya hanya melihat ibu itu sudah dibawa ambulans saat keluar dari SPBU. Kayaknya lama menunggu antrean, cuaca panas," kata Endang.
Petugas PMI Kotawaringin Barat, Agung, mengatakan korban meminta diantar pulang setelah mendapatkan pertolongan.
"Korban minta diantar ke rumahnya yang berada di Bamban," ujarnya.
Hingga kini penyebab pasti korban pingsan belum diketahui. Namun, sebelum mendapat pertolongan, korban diketahui mengantre cukup lama di tengah cuaca panas.
Antrean BBM yang memanjang di SPBU tersebut membuat warga harus menunggu dalam waktu lama untuk mendapatkan bahan bakar. Peristiwa ini menjadi perhatian bagi masyarakat yang mengantre agar memperhatikan kondisi tubuh, terutama saat cuaca panas dan harus menunggu dalam waktu lama. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno