Satu Pekan, Karhutla di Kotawaringin Barat Capai 23 Titik

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 07:38 WIB
Karhutla di Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu 5 Agustus 2026, pukul 20.30 WIB. (ist) 
Karhutla di Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu 5 Agustus 2026, pukul 20.30 WIB. (ist) 

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar mencatat sebanyak 23 titik karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 29,895 hektare.

Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang terdiri atas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar, Balakar Huma Singgah Itah, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan jajaran Kepolisian terus melakukan upaya pemadaman di sejumlah lokasi.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat, Andhan Santana, mengatakan terjadi peningkatan eskalasi karhutla dalam beberapa hari terakhir. Dalam satu hari, TRC BPBD menangani delapan kejadian karhutla di lokasi berbeda. Sementara pada Kamis (6/8/2026), BPBD menangani lima kejadian karhutla.

"Kalau ditotal dalam sepekan terakhir ada sebanyak 23 lokasi karhutla dan total luasan lahan yang terbakar 29,895 hektare. Untuk hari ini ada lima karhutla yang ditangani BPBD," ujarnya.

Menurut Andhan, sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan gambut dan semak belukar yang mengering akibat cuaca panas, sehingga api cepat menyebar.

Proses pemadaman juga menghadapi sejumlah kendala, di antaranya akses menuju lokasi yang sulit dilalui kendaraan penyuplai air, terbatasnya sumber air di sekitar titik kebakaran, serta angin kencang yang memicu munculnya titik api baru (spot fire).

"Tim gabungan dari TRC BPBD, rekan-rekan Balakar, MPA desa, dan jajaran Kepolisian tidak berhenti menyisir lokasi api. Kami mengoperasikan seluruh armada pompa portabel dan selang panjang untuk menjangkau titik api di tengah lahan gambut yang tebal," katanya.

Selain membantu proses pemadaman, pihak Kepolisian juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran serta meningkatkan patroli, sosialisasi, dan imbauan pencegahan pembakaran lahan kepada masyarakat di kawasan permukiman dan perkebunan. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
kotawaringin barat karhutla