PANGKALAN BUN, Radarsampit.jawapos.com – Antrean panjang BBM bersubsidi di SPBU Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), nyaris berujung perkelahian, Sabtu (1/8/2026).
Dua pria yang sama-sama mengantre BBM terlibat cekcok akibat kesalahpahaman dalam percakapan. Emosi keduanya memuncak hingga salah seorang di antaranya diduga hendak memukul lawannya.
Beruntung, pengantre lainnya segera melerai sehingga keributan tidak sampai berujung baku hantam.
Baca Juga: Warga Palangka Raya Resah! ODGJ Bawa Sajam Langsung Diamankan Polisi
Kapolsek Kumai Polres Kobar Ipda Kamalul Fahmi membenarkan adanya keributan tersebut. Menurutnya, panjangnya antrean diduga menjadi salah satu faktor yang membuat emosi warga mudah terpancing.
“Keributan di SPBU Sungai Tendang bermula dari kesalahpahaman dalam percakapan antar-pengantre,” ujarnya.
Untuk mencegah situasi semakin memanas, personel Polsek Kumai langsung turun tangan menertibkan dan mengatur antrean kendaraan. Polisi juga berkoordinasi dengan pengelola SPBU agar pelayanan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat umum.
Baca Juga: Kalteng Masuk Puncak Kemarau, Gubernur Perintahkan Daerah Siaga Karhutla
Kamalul mengatakan antrean panjang BBM memang terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Kecamatan Kumai. Kondisi tersebut salah satunya dipicu peralihan masyarakat dari Pertamax ke Pertalite setelah terjadi kenaikan harga BBM.
“Beralihnya pengguna Pertamax ke Pertalite menjadi salah satu penyebab terjadinya antrean. Untuk mendapatkan BBM, masyarakat sejak pagi sudah mengantre untuk mendapatkan Pertalite,” pungkasnya. (tyo/fm)
Editor : Farid Mahliyannor