PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kemacetan panjang terjadi di jembatan pile slab Kilometer 7, Jalan Ahmad Shaleh, Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Sabtu (1/8) sekitar pukul 11.30 WIB. Kemacetan terjadi dari arah Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama maupun sebaliknya.
Kemacetan didominasi kendaraan roda empat serta kendaraan roda enam atau lebih. Kondisi tersebut dipicu oleh pekerjaan pengecoran badan jembatan yang sebelumnya amblas. Selama proses pengecoran, hanya kendaraan roda dua yang dapat melintas karena ruang jalan sangat sempit.
Setelah pengecoran selesai, arus lalu lintas belum kembali normal. Kendaraan dari kedua arah harus bergantian melintas secara perlahan sehingga antrean masih mengular.
Sebelumnya, petugas yang melakukan perbaikan sempat menegur pengemudi karena masih ada truk tangki CPO yang melintas secara beriringan. Padahal, telah dipasang spanduk imbauan dan rambu larangan melintas bagi kendaraan roda enam atau lebih.
Meski antrean kendaraan cukup panjang, para pengemudi tetap menunggu hingga proses pengecoran selesai.
"Ya, kan sudah diperingatkan bahwa ada perbaikan pada badan jalan jembatan ini. Jadi, ketika ada pengecoran, kita menunggu saja. Ini demi kelancaran petugas PUPR yang bekerja," kata Saiful, warga Pangkalan Bun yang terjebak kemacetan.
Saiful berharap setelah perbaikan selesai dan arus lalu lintas kembali normal, dilakukan pengawasan serta penindakan terhadap kendaraan angkutan barang yang membawa muatan melebihi batas tonase.
Senada dengan itu, warga lainnya, Ari, mengatakan kerusakan jalan dapat dihindari apabila perusahaan, terutama operator truk tangki CPO serta pengusaha ekspedisi material dan sembako, mematuhi ketentuan batas muatan kendaraan.
"Kalau setelah ini masih saja bebas melintas dengan muatan belasan ton atau sampai 20 ton, tentu saja jalan akan cepat rusak. Kalau sampai terjadi, yang dirugikan adalah semua pengguna lalu lintas," ujarnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno