Pengunjung Pantai di Kumai Terus Menurun, Pedagang Kuliner Laut Mengeluh Pendapatan Anjlok

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Suasana pantai Kubu, Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu 2 Agustus 2026. (Sulistyo/Radar Sampit)
Suasana pantai Kubu, Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu 2 Agustus 2026. (Sulistyo/Radar Sampit)

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Lesunya kunjungan wisata ke pantai-pantai di pesisir Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mulai dirasakan para pedagang.

Jumlah wisatawan yang datang, bahkan saat akhir pekan, disebut terus menurun sehingga berdampak langsung pada pendapatan pelaku usaha kuliner di kawasan Pantai Bugam Raya.

Kondisi tersebut membuat sebagian pedagang kesulitan memperoleh keuntungan. Bahkan, untuk sekadar menutup modal usaha mereka mengaku sudah bersyukur.

"Kalau sekarang bisa balik modal saja sudah syukur. Kadang malah rugi karena ikan dan bahan makanan yang sudah disiapkan tidak laku," ujar salah seorang pedagang kuliner laut di Pantai Bogam Inah, Minggu (2/8/2026).

Baca Juga: Sebaran Hotspot Bergeser ke Wilayah Tengah, Ancaman Karhutla Masih Mengintai

Menurunnya jumlah pengunjung membuat pedagang mengubah pola usaha mereka. Jika sebelumnya berani menyimpan stok ikan dan hasil laut dalam jumlah besar, kini mereka memilih membeli bahan baku sesuai kebutuhan.

Selain sepinya pengunjung, kondisi pasokan listrik yang kerap padam juga menjadi pertimbangan.

"Saat ini kami tidak berani stok karena listrik sering padam. Ikan dan hasil laut jadi rawan busuk," katanya.

Pedagang menilai menurunnya jumlah wisatawan dipengaruhi beberapa faktor. Selain masyarakat yang kini lebih berhemat akibat sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM), minimnya inovasi di objek wisata juga dinilai membuat pengunjung beralih ke destinasi lain yang memiliki fasilitas lebih lengkap.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Kian Terasa di Sampit, Warga Mulai Bermasker Meski Masih Banyak Yang Abai

Hal serupa disampaikan Maryanah, pedagang kuliner di Pantai Kubu. Untuk menghindari kerugian, ia memilih tidak lagi menyimpan stok hasil laut.

Sebagai gantinya, ia baru mengambil ikan dari pengepul ketika ada pengunjung yang memesan menu seafood.

Langkah tersebut dinilai lebih aman agar bahan makanan tidak terbuang akibat tidak ada pembeli.

Para pedagang berharap kunjungan wisatawan dapat kembali meningkat seperti beberapa tahun lalu. Sebab, sebagian besar masyarakat yang berjualan di kawasan pantai menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata.

Baca Juga: Rantai Portal Dibuka, MotoGP Pangkalan Bun Dimulai: Komedi Satir di Balik Berburu Pertalite

"Sekarang perbandingannya seperti bumi dan langit. Dulu bukan hari libur pun masih ada wisatawan yang datang. Sekarang keadaan sulit, BBM susah, listrik sering mati, mungkin masyarakat memilih berhemat," ungkapnya.

Mereka berharap berbagai persoalan yang memengaruhi sektor pariwisata, mulai dari ketersediaan BBM, keandalan pasokan listrik, hingga pengembangan fasilitas wisata, dapat segera mendapat perhatian sehingga kunjungan wisatawan kembali meningkat dan roda perekonomian masyarakat pesisir kembali bergerak. (tyo/sla)

Editor : Slamet Harmoko
pantai di kumai Pedagang Kuliner pantai kubu pengunjung pantai