PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Insan Maritim di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), yang terdiri dari tiga Asosiasi menggelar rapat koordinasi dan menyampaikan sejumlah masukan kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), khususnya pengelola Pelabuhan Bumi Harjo.
Mereka meminta pelayanan pelabuhan terus dimaksimalkan agar distribusi barang berjalan lancar dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Rapat tersebut dihadiri Ketua DPC Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Majekur Arrajak, Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Iyan Kristopel, serta Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) H Rahman.
Baca Juga: Perbaikan Jembatan Km 7 Picu Kemacetan Panjang di Jalur Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama
Ketiga asosiasi sepakat bahwa kelancaran pelayanan pelabuhan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas logistik di Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat maupun daerah sekitar.
Ketua DPC INSA Kobar, Majekur Arrajak, mengatakan koordinasi tersebut merupakan bentuk komitmen bersama insan maritim untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan Pelindo.
Menurutnya, aktivitas di pelabuhan harus mampu mendukung kelancaran arus logistik karena sektor tersebut menjadi salah satu penopang utama roda perekonomian daerah.
"Kami meminta Pelindo meningkatkan pelayanan agar semakin prima. Arus logistik di Kobar harus berjalan lancar sebagaimana mestinya. Perekonomian daerah sangat bergantung pada kelancaran distribusi barang dan salah satu instrumennya adalah pelayanan pelabuhan yang bebas dari kendala," ujarnya.
Majekur menilai salah satu aspek yang perlu diperbaiki adalah konsistensi pelayanan selama 24 jam. Ia berharap aktivitas bongkar muat tidak mengalami hambatan sehingga distribusi barang dapat berlangsung tepat waktu.
Menurutnya, Pelabuhan Kumai dan Bumi Harjo juga melayani kebutuhan logistik menuju Kabupaten Lamandau dan Sukamara sehingga pelayanan yang optimal menjadi kebutuhan bersama.
Ia menambahkan, kelancaran distribusi barang juga berpengaruh terhadap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi daerah.
Karena itu, seluruh pihak diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk menjaga daya saing pelabuhan di Kobar agar arus barang tidak beralih ke pelabuhan lain, seperti Pelabuhan Bagendang di Kabupaten Kotawaringin Timur. Selain pelayanan pelabuhan, kondisi akses jalan menuju kawasan pelabuhan juga diharapkan tetap terjaga agar tidak menghambat distribusi logistik.
Sementara itu, Ketua ALFI/ILFA Kobar, H Rahman, berharap pemerintah daerah turut memberikan perhatian terhadap kebutuhan transportasi logistik, khususnya kemudahan memperoleh BBM bersubsidi bagi angkutan barang. Menurutnya, persoalan tersebut masih menjadi keluhan.
"Kemudahan mendapatkan BBM subsidi sangat penting karena transportasi logistik memiliki peran vital dalam menjaga kelancaran distribusi barang dan stabilitas harga di masyarakat sehingga inflasi dapat tetap terkendali," pungkasnya. (sam)
Editor : Slamet Harmoko