PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kecamatan Arut Selatan mencatat jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbanyak di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sepanjang Januari–Juli 2026. Sementara itu, Kecamatan Kumai menjadi wilayah dengan luasan hutan dan lahan terbakar terbesar pada periode yang sama.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar, Andan Santana, mengatakan Kecamatan Arut Selatan mengalami 50 kejadian karhutla sepanjang Januari hingga Juli 2026. Dari jumlah tersebut, 27 kejadian terjadi selama Juli.
“Untuk di Kumai Januari sampai Juli terjadi 30 kali karhutla, dan di bulan ini saja sudah 11 kali. Kalau untuk jumlah total enam kecamatan, kejadian karhutla sepanjang 2026 ada 92 kali,” ujarnya, Kamis (29/7/2026).
Selain mencatat jumlah kejadian terbanyak, Kecamatan Arut Selatan juga memiliki sebaran titik panas (hotspot) tertinggi. Sepanjang Januari–Juli 2026, terdapat 44 hotspot di wilayah tersebut, dengan 26 titik di antaranya terdeteksi selama Juli. Secara keseluruhan, jumlah hotspot di enam kecamatan mencapai 112 titik sepanjang 2026.
Berdasarkan data BPBD Kobar, Kecamatan Kumai menempati peringkat pertama untuk luasan hutan dan lahan yang terbakar, yakni 72,15 hektare. Adapun Kecamatan Arut Selatan berada di urutan kedua dengan luas area terbakar mencapai 34,78 hektare.
Andan menambahkan, total luas hutan dan lahan yang terbakar di enam kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Barat sepanjang Januari–Juli 2026 telah mencapai 147,478 hektare. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno